Senin, 08 Juni 2026 | 19:00
NEWS

Waduh, Kota Depok Balik Lagi ke Zona Merah

Waduh, Kota Depok Balik Lagi ke Zona Merah
Ilustrasi. (Shutterstock)

ASKARA - Pekan ini Kota Depok kembali masuk zona merah pandemi Covid-19. Sebagaimana data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pusat.

"Depok kembali ke zona merah. Rilis terkini dari pusat angka reproduktifnya menjadi 1,9," ujar Juru Bicara Gugus Tugas Kota Depok Dadang Wihana, Selasa (27/10).

Dia mengatakan, hal itu tidak terlepas dari Kota Depok yang masih berhubungan dengan kota-kota lainnya terutama Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi.

"Penyebabnya masih dari klaster keluarga. Itu sudah terjadi selama tiga pekan belakangan ini," ujar Dadang.

Hal tersebut membuat Gugus Tugas Kota Depok memperpanjang waktu Pembatasan Sosial Kampung Siaga (PSKS) hingga 1 November. Tercatat ada 240 lokasi PSKS di Kota Depok sesuai data yang dikantongi Gugus Tugas Kota Depok.

Sebelumnya, Dinas Tenaga Kerja Kota Depok menyebutkan angka pemohon kartu kuning (AK1) tahun ini mengalami penurunan sebesar 50 persen.

"Memang ada penurunan dari tahun sebelumnya. Hal ini diakibatkan pandemi Covid-19," kata Kepala Disnaker Kota Depok Manto.

Dia merinci, pada 2019, dari Januari hingga Oktober pihaknya berhasil menjaring 4082 pemohon. Sedangkan di  2020 dari Januari hingga September hanya 1956 pemohon.

"Terhitung sejak awal tahun hingga September sudah ada 1956 orang yang mengajukan pembuatan AK1. Setiap hari diperkirakan ada 30 pemohon. Kami juga masih membuka pelayanan kartu kuning secara online," jelas Manto.

Nantinya, pemohon yang sudah terdaftar AK1 dapat mengakses web Bursa Kerja Online (BKOL) dan SIMPEL Disnaker Kota Depok untuk mencari informasi lowongan kerja.

"Saat ini mencari pekerjaan memang sulit karena banyak juga yang dirumahkan atau ter-PHK. Namun, kami berharap dengan kepemilikan AK1 ini bisa mempermudah pencari kerja untuk mendapatkan informasi lowongan kerja," jelas Manto. (kesatu)

Komentar