Rabu, 25 November 2020 | 12:37
NEWS

11 Korban Meninggal Akibat Longsor di Muara Enim, Ini Daftarnya

11 Korban Meninggal Akibat Longsor di Muara Enim, Ini Daftarnya
Evakuasi korban longsor di Muara Enim (Dok BPBD Muara Enim)

ASKARA - Tanah longsor yang terjadi di Desa Tanjung Lalang, Kabupaten Muara Enim, Sumatra Selatan mengakibatkan 11 orang meninggal dunia. Sebagian besar korban jiwa tersebut telah teridentifikasi oleh BPBD setempat. 

TIM Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muara Enim bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Tim SAR PTBA telah melakukan evakuasi korban terdampak longsor dan sudah diserahkan kepada pihak keluarga korban. 

"Hujan dengan intensitas tinggi disertai kondisi tanah labil memicu tanah longsor," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dalam keterangannya, Kamis (22/10). 

BPBD Provinsi Sumatra Selatan melaporkan lokasi tanah longsor tersebut merupakan penambangan batu bara tradisional di kedalaman sekitar 20 meter, berbentuk terowongan. 

Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG tiga hari ke depan, wilayah kecamatan tersebut masih berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Sedangkan kondisi hari ini, Kamis (22/10), cuaca diprakirakan cerah hingga malam nanti. 

"Masyarakat diimbau tetap waspada dan siap siaga terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang," imbaunya. 

Sebagian wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan pada Oktober ini. Terlebih pengaruh fenomena La Nina yang dapat memicu curah hujan dengan intensitas hujan lebat. 

Lokasi kejadian berada di Desa Tanjung Lalang, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatra Selatan. Bencana ini terjadi para Rabu siang (21/10), sekitar pukul 14.00 WIB. 

Berikut nama 11 orang yang menjadi korban tanah longsor di Kabupaten Muara Enim: korban Tambang Rakyat longsor

1. Darwis (46), warga Tanjung Lalang
2. Hardiyawan, warga Tanjung Lalang
3. Rukasih, warga Tanjung Lalang
4. Sandra (25) warga Mulyadadi, Cipari
5. Joko (26), warga Penyandingan
6. Purwadi (60), warga Penyandingan
7. Sulfiawan (30), warga Tanjung Lalang
8. Sumarlin (35) warga OKU Selatan
9. Hupron, warga Lampung
10. Komardani (48), warga Sukaraja
11. Labisun (40), warga Lampung Utara

Komentar