Senin, 15 Juni 2026 | 19:47
NEWS

Pulihkan Eks Longsor, Perhutani Tanam Pohon di Pasirlangu

Pulihkan Eks Longsor, Perhutani Tanam Pohon di Pasirlangu
Perhutani, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Sinar Burangrang, LMDH Sarimukti, perwakilan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, serta komunitas pecinta alam usai penanaman pohon (Dok Beni)

ASKARA - Upaya memulihkan kawasan hutan terdampak longsor terus digencarkan. Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Bandung Utara bersama berbagai stakeholder menggelar aksi penanaman pohon di kawasan eks longsor Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (16/4).

Kegiatan yang berlangsung di Petak 35N RPH Burangrang Selatan, BKPH Padalarang ini melibatkan kolaborasi antara Perhutani, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Sinar Burangrang, LMDH Sarimukti, perwakilan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, serta komunitas pecinta alam.

Administratur KPH Bandung Utara, Deden Yogi Nugraha, menegaskan bahwa penanaman ini merupakan bagian dari langkah konkret rehabilitasi kawasan hutan sekaligus dukungan terhadap program penghijauan pemerintah.

“Ini bukan sekadar penanaman, tetapi upaya memulihkan ekosistem di kawasan eks longsor agar kembali berfungsi secara ekologis dan memberi manfaat bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Berbagai jenis pohon ditanam dalam kegiatan tersebut, mulai dari damar, rasamala, bambu, eucalyptus, hingga pinus, termasuk tanaman endemik khas hutan setempat. Pemilihan jenis tanaman ini diharapkan mampu memperkuat struktur tanah sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan.

Selain aspek ekologis, kegiatan ini juga menjadi simbol penguatan kolaborasi lintas pihak dalam menjaga kelestarian hutan. Perhutani menekankan bahwa keberlanjutan hutan tidak bisa hanya dibebankan pada satu institusi, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan.

Perwakilan LMDH Sinar Burangrang, Abah Lili, menyambut baik kegiatan tersebut dan menilai sinergi yang terbangun menjadi kunci dalam menjaga hutan.

“Menjaga hutan adalah tanggung jawab bersama. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kita bisa bergerak bersama untuk melestarikan alam,” ungkapnya.

Penanaman di Pasirlangu ini diharapkan tidak hanya memulihkan kawasan terdampak longsor, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga hutan sebagai penyangga kehidupan—baik bagi lingkungan maupun generasi mendatang.

 

 

Komentar