Banjir Susulan di Kabupaten Seluma, 225 Jiwa Mengungsi
ASKARA - Banjir susulan terjadi dan berdampak pada 10 desa di Kabupaten Seluma, Bengkulu pada Kamis (8/10) pukul 16.20 WIB.
Sebelumnya, banjir yang dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi terjadi pada Senin (5/10).
Laporan Pusat Pengendali dan Operasi BPBD Kabupaten Seluma, desa yang terdampak banjir susulan dengan tinggi muka air 30-60 centimeter yaitu Desa Air Keruh di Kecamatan Ulu Talo, Desa Lubuk Gio, Desa Muara Danau, Desa Kembang Sri dan Desa Nepal Melintang di Kecamatan Talo. Kemudian Desa Lintang dan Desa Nepal di Kecamatan Seluma, Desa Penago 1 di Kecamatan Ilir Talo, Desa Sukarami di Kecamatan Seluma Selatan, dan Desa Air Keruh di Kecamatan Ulu Talo.
Menurut laporan Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Seluma, banjir telah berdampak pada 82 kepala keluarga atau 558 jiwa dan memaksa 225 jiwa mengungsi.
Banjir juga menyebabkan sebanyak 60 unit rumah rusak ringan, 22 rusak berat, 1 unit fasilitas pendidikan rusak ringan, 5 unit fasilitas umum rusak ringan, 2 unit fasilitas umum rusak sedang, dan 4 unit fasilitas umum rusak berat.
TRC BPBD Kabupaten Seluma terus melakukan koordinasi dengan aparat desa setempat dan instansi terkait untuk penanganan banjir yang kembali terjadi.
Sebelumnya, TRC BPBD Kabupaten Seluma telah memberikan bantuan logistik dan kebutuhan pokok berupa air mineral, sarden, beras, mie instan dan minyak goreng yang diserahkan melalui kepala desa setempat.
Untuk menunjang tempat tinggal sementara para warga yang terdampak, Dinas Sosial Kabupaten Seluma telah mendirikan dua pos pengungsi.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika merilis prakiraan cuaca yang menyatakan bahwa hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi di sebagian besar wilayah Provinsi Bengkulu hingga Jumat (9/10).
Selain Bengkulu, wilayah lain dengan prakiraan cuaca yang sama meliputi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Papua.
Hasil kajian indek risiko bencana yang dipantau melalui inaRisk, wilayah Kabupaten Seluma memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana banjir. Adapun, kabupaten dengan luas kurang lebih 4128 kilometer persegi itu terdapat sebanyak 13 kecamatan yang berada pada potensi bahaya dengan jumlah populasi yang rawan terpapar 46.128 jiwa.
Melihat dari hasil prakiraan cuaca dan indeks risiko bencana, Badan Nasional Penanggulangan Bencana meminta agar pemangku kebijakan dan masyarakat di daerah dapat melakukan upaya mitigasi bencana dan segera mengambil tindakan yang dianggap perlu dalam kaitan pengurangan risiko bencana. (beritalima)

Komentar