Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:43
NEWS

Maksud Hati Buat Konten untuk Edukasi, Pemuda Ini Malah Diamankan Polisi

Maksud Hati Buat Konten untuk Edukasi, Pemuda Ini Malah Diamankan Polisi
Video TikTok @kevinwilboy

ASKARA - Video TikTok yang dibuat oleh kreator @kevinwilboy baru-baru ini menjadi buah bibir pengguna media sosial. Lantaran dianggap telah melecehkan masjid dan agama Islam. 

Pemuda tersebut membuat konten di depan sebuah masjid. Kemudian tangannya  menunjuk ke arah masjid karena dia mendengar suara musik yang membuatnya resah. 

"Guys, gua lagi jalan. Terus denger suara aneh ini. Ternyata suaranya dari sana guys, yang nyetel lagu ini bener-bener nggak ada akhlak, kacau," katanya dalam akun Instagram @smart.gram baru-baru ini. 

Beredarnya video itu membuat sebagian besar pengguna media sosial geram. Karena itu dia pun langsung membuat klarifikasi di video lainnya untuk menjelaskan maksud dari kontennya.

"Konten edukasi kok dibilang rasis, rasis dari mana, gue bikin konten itu edukasi. Jangan setel lagu di masjid," tutur pemuda itu.

Mengenai lagu yang ada di dalam video TikTok itu dengan genre musik ala diskotek tersebut hanya editan dan lagu tersebut tidak benar-benar diputar dari masjid.

"Walaupun di konten tersebut gua pakai editan, itu cuma buat perumpamaan, tapi maksudnya jangan pernah setel lagu di masjid," terangnya.

Menurut pemuda itu, orang-orang yang melayangkan protes atas kontennya berarti kurang pemahaman dan tidak bisa menangkap pesan yang disampaikan.

"Udah ikutan aja giveaway ini, syaratnya cuma like, komen dan follow," ucapnya membuat iming-iming hadiah berupa ponsel pintar. 

Setelah klarifikasi ternyata pemuda itu harus berurusan dengan polisi. Terlihat dalam video lanjutan yang diunggah akun Instagram @ndorobeii. Pemuda itu tengah diintrogasi arapat kepolisian. 

Sementara di akun @brigadepersis.id, pihak kepolisian meminta masyarakat untuk tetap tenang agar tidak menimbulkan kegaduhan.

"Kepada rekan-rekan mohon tetap menjaga kondusifitas, dengan kepala dingin, kasus ini masih dalam proses dan dilimpahkan kepada pihak yang berwenang. Tidak ada rasisme, tersangka adalah oknum dan bukan cerminan dari ras tertentu," tulis keterangan @brigadepersis.id.

Komentar