Jumat, 30 Oktober 2020 | 14:09
OPINI

Generasi Cutbray

Generasi Cutbray
John Travolta (int)

Bersama ini saya ingin mengajak rekan-rekan untuk mimpi mundur 40 tahun, dimana saat itu anda mungkin masih kanak-kanak ataupun saat anda masih pacaran.

Sambil mengingat kembali masa-masa yang indah tersebut. Terbuktikan, bahwa 70 persen orang menilai bahwa masa yang terindah dari kehidupan mereka ialah ketika saat remaja. Maklum disaat tersebut kita masih belum punya banyak beban seperti sekarang, dan bodi pun saat itu masih langsing dan cantik jelita.

Generasi remaja saat itu sering disebut sebagai Generasi Cutbray atau Generasi Disco ala Saturday Fever – John Travolta. Akhir tahun 70 bisa disebut sebagai Generasi Cutbray, karena kebanyakan remaja remaja senang pakai celana Cutbray sedangkan untuk remaja cewek pakai Celana Kulot.

Asal muasal Celana Cutbray atau celana yang melebar dari lutut ke bawah berasal dari celana pelaut Amerika. Pada saat itu digandrungi oleh para remaja pria untuk menghadiri pesta disko atau saat clubbing.

Trend style rambut saat itu adalah rambut panjang ala John Travolta atau kribo ala Jimi Hendrix, sehingga mereka ikut-ikutan keramas seperti Achmad Albar menggunakan bir dan putih telur.

Band yang disenangi saat itu antara lain Koes Plus, Bimbo, Benyamin, Bonny M dengan lagu “Rivers Of Babylon” atau ABBA dengan lagu “Waterloo”, The Rolies. Sedangkan pemain film mulai Rano Karno, Roy Marten, Yessy Gusman, Yenny Rachman, Chrisine Hakim ataupun Eva Arnaz.

Majalah musik remaja dari Bandung yang terkenal ialah Aktuil yang diserap dari majalah Belanda Actueel. Ketika itu marak dengan judi Porkas dan Nalo berikut ramalan-ramalan taipaknya.

Mengingat saat itu hanya ada satu siaran TV, maka kami sering harus begadang agar bisa nonton pertandingan tinju Muhammad Ali. Rela meninggalkan sekolah demi mendengarkan Sandiwara Radio Saur Sepuh. Nonton silat Mandarin “Yoko – Pemanah Rajawali”  dengan menyewa Video Betamax.

Dalam bidang olahraga kita merasa turut bangga, karena memilki juara bulu tangkis kelas dunia ialah Ruddy Hartono dan Liem Swie King. Sedang dalam bidang sepak bola saat itu lagi tenar dengan Maradona dan pemain Persib seperti Adjat Sudradjat, Robby Darwis “halik ku aing”.

Film James Bond saat itu sangat ngetop sekali, sehingga film Moonraker dijadikan nama dari Geng motor M2R (Moonraker).

Geng M2R ini didirikan pada 1978 oleh siswa SMA di Jalan Dago. Mereka sering pamer adu nyali antara lain dengan balapan liar di Jl Dago. Di Bandung juga ada Geng Cewe SMA Sumatera 40 yang lebih dikenal dengan nama Pipi Long Stocking.

Sebelum adanya Holland Bakery di Bandung sudah ada toko Roti dimana ahli rotinya didatangkan khusus dari Jerman untuk membimbing para karyawan di tokonya ialah toko Roti “Gardenia” di Jl. Kelenteng – Bandung. Sekarang sudah tutup karena Pemiliknya John dan Oko, kakak kandung tertua dari Mang Ucup sudah wafat.

Dahulu kita belum ada handphone namun sudah mulai "break-breakan" pakai radio khusus di bawah naungan Orari. Siaran Radio Beken di Bandung saat itu adalah OZ sedangkan tempat Dugem Studio East.

Bahasa Bencong atau bahasa Prokem mulai berkembang. Zippo menjadi korek andalan. Wajib kursus Komputer di LPKIA dengan mottonya “We are not the first but the best”.

Silahkan ditambah dengan pengalaman-pengalaman menarik lainnya dari anda sambil berbagi suka maupun duka dari masa lampau kita. Hatur rebu nuhun.

Mang Ucup

Menetap di Amsterdam, Belanda

Komentar