Kenapa Gatot Tidak Buktikan Isu PKI Saat Masih Jadi Panglima
ASKARA - Politikus PDI Perjuangan Masinton Pasaribu mengatakan bahwa veteran sekelas Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo seharusnya bisa menahan diri untuk tidak menjadikan isu Partai Komunis Indonesia (PKI) sebagai gorengan pernyataan-pernyataannya ke publik.
Apalagi, isu itu bukan hal baru. Bahkan ketika menjadi panglima TNI, Gatot seharusnya bisa membuktikan kalau PKI itu benar-benar ada.
"Bukankah selama Pak Gatot menjadi panglima isu ini ada, dan seharusnya pada saat itu Pak Gatot sebagai panglima TNI bisa mencari bukti jika memang isu tersebut benar adanya," kata Masinton, Kamis (24/9).
Anggota Komisi XI DPR itu juga menilai tidak elok dan kurang baik bagi Gatot setelah pensiun ikut mengoreng isu PKI. Sebab, kesannya veteran kelahiran Tegal tersebut melampiaskan kekecewaan.
"Kurang baik untuk Pak Gatot setelah pensiun menggoreng isu kolot PKI. Seolah karena kecewa baru bicara. Bagi PDI Perjuangan, juga bagi TNI tentu menjaga keutuhan republik ini dalam bingkai NKRI adalah menjadi kewajiban bersama," jelas Masinton.
Karena itu, dia mengajak Gatot mengedepankan semangat untuk menjaga keutuhan bangsa. Terlebih di era sekarang ini generasi muda tidak tertarik dengan isu PKI.
"Isu itu dianggap sebagai representasi pemikiran kolot dan miskin ide oleh anak zaman now. Isu PKI selalu muncul, datang dan pergi. Itu fakta yang menunjukkan bahwa isu tersebut lebih besar nuansa politik praktis, bukan politik kebangsaan," jelasnya.
Masinton menambahkan bahwa politik elektoral hanya bagian dari politik kebangsaan Indonesia. Untuk itu dia berharap jangan ada lagi pihak-pihak yang menggunakan isu kolot dan memecah belah bangsa sebagai branding menuju kontestasi politik elektoral 2024 nanti.
"Jangan berlakon sebagai playing victim kemudian tuding sana sini. Sikap seperti itu sejatinya bukan sikap ksatria, itu mentalitas melo (melankolis)," tegasnya. (jpnn)

Komentar