Generasi Muda Diharapkan Lebih Terbuka dengan Dunia Politik
ASKARA - Berpolitik merupakan langkah efektif untuk masuk ke jantung kebijakan publik. Kaum milenial bisa melakukan perubahan lewat politik.
Menurut anggota Komisi VII DPR RI Dyah Roro Esti, hal itu menjadi pentingnya berpolitik dan masuk ke koridor kekuasaan, baik di parlemen maupun pemerintahan.
Dyah Roro Esti menyampaikan pandangannya dalam diskusi virtual Launch of the Westminster Foundation for Democracy (WFD) Environmental Democracy Initiative. Roro merupakan perwakilan parlemen Indonesia pada acara tersebut yang diadakan untuk memperingati Hari Demokrasi Internasional. Dia mengaku menyadari bahwa cara tercepat membuat sebuah perubahan adalah dengan terlibat aktif di parlemen atau pemerintahan.
Dyah Roro Esti mengatakan, selama ini, kurangnya partisipasi kaum muda dalam berpolitik karena ada stigma buruk, kurang percaya diri, dan transparansi atas leberlangsungan suatu kebijakan.
"Saat ini di Indonesia ada sekitar 10 persen dari total anggota DPR RI yang masuk dalam katagori muda, di bawah umur 40 tahun dan tersebar di beberapa komisi," katanya dalam keterangan pers, Sabtu (19/9).
Politisi Partai Golkar itu mengatakan, dirinya aktif berpolitik lantaran ingin fokus menciptakan masa depan berkelanjutan bagi Indonesia. Dalam konteks ini, Dyah Roro Esti mengangkat sustainability dan climate change.
"Saat ini kita sedang berada dalam krisis kesehatan akibat pandemi, di mana krisis ini tak hanya memengaruhi lingkungan tapi juga memengaruhi sektor ekonomi, dan sosial. Hal tersebut hanyalah sebagian kecil dibandingkan kemungkinan krisis yang bisa terjadi di masa depan akibat iklim. Oleh karena itu, menurut saya pembangunan berkelanjutan perlu digencarkan dengan bantuan parlemen," paparnya.
Tentu semua upaya parlemen membutuhkan partisipasi publik yang luas. Menurut Dyah Roro Esti, salah satu inisiatif yang dilakukan DPR untuk mengatasi masalah kurangnya partisipasi publik yaitu melalui inisiatif Open Parliament Indonesia. Inisiatif yang menjunjung tinggi nilai transparansi.
Diharapkan, dengan inisiatif ini, banyak generasi muda yang bisa lebih terbuka dengan dunia politik.
"Ini sangat penting karena kaum muda adalah kelompok yang berpikir kritis dan penuh inspirasi, sehingga sangat baik untuk membuat perubahan," jelas Dyah Roro Esti yang juga anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP).

Komentar