Fishantren, Program Milenial Berdayakan Santri Untuk Belajar Perikanan
ASKARA - Melihat lahan Pondok Pesantren Sulaimaniyah Bogor dengan luas 500 m2 petakan bekas penampungan air yang tidak terpakai membuat hati kecil alumni Universitas Airlangga Rizhar Eman Karunia Akbar, S.Pi., M.Si yang dekat disapa oleh Akbar, untuk memanfaatkan lahan tersebut sebagai tempat budidaya ikan air tawar. Keinginan untuk memuliakan anak pesantren membuat Akbar merintis program pesantren berbasis Project bernama “Fishantren”.
“Fishantren merupakan social enterprise yang lahir atas pemikiran tentang bagaimana memberi ruang untuk berbagi kebermanfaatan seluas-luasnya. Dengan komitmen memberdayakan pesantren dengan menawarkan bisnis model di bidang budidaya perikanan yang bisa dimanfaatkan oleh Santri,” ujar Akbar, dalam keterangannya, Selasa (17/12).

Jargon “Ikannya Anak Pesantren”, lanjut Akbar, menjadi spirit Fishantren untuk menciptakan kemandirian santri dan masyarakat, agar mampu mandiri secara ekonomi, sosial dan juga sebagai stimulan pengembangan skill, teknologi produksi, distribusi, melalui pendekatan strategis dan inovatif.
“Dengan visi menciptakan sejuta santripreneur. Kami memberdayakan Pesantren dengan menawarkan bisnis model di bidang budidaya perikanan yang bisa dijalankan Santri,” ucapnya.

Pada akhir tahun 2020, mahasiswa lulusan Bioteknologi UNAIR itu mulai menata ulang konstruksi kolam; mulai dari memasang pipa inlet, outlet, hingga tiap petakan siap dijadikan kolam budidaya. Proyeksi komoditas ikan air tawar yang menjadi ruang lingkup Fishantren adalah ikan lele, ikan patin, ikan nila dan kegiatan budidaya ikan seiringan dengan aktivitas pertanian (Mina padi).
Saat ini Fishantren tengah fokus pada budidaya ikan lele dengan kapasitas panen setiap bulannya sebanyak 5 ton, dan pengembangan komoditas ikan nila dengan teknologi bioflok. Tepat pada akhir tahun lalu 2021, Akbar menyebutkan kegiatan budidaya, bisa menghasilkan sektiar 25 kg atau lebih 150 ekor lele segar untuk dibagikan gratis pada pesantren sebagai pemenuhan gizi protein santri.

“Alhamdulillah sampai saat ini kami memiliki 2 mitra pesantren di Ponpes Darussalam serta Ponpes Sulaimaniyah Bogor, dan Insya Allah di awal bulan Januari akan memanfaatkan lahan yang lebih besar untuk komoditas ikan nila," pungkas lelaki yang biasa dipanggil dengan nama Abe.
Tak hanya budidaya, Fishantren juga berfokus pada diversikasi pengolahan hasil perikanan yang membantu Santri untuk memproses bahan baku menjadi produk akhir yang memiliki jenis beraneka ragam dan nilai tambah. Proyeksi pengembangan diversikasi produk meliputi sistem budidaya organik, ikan bumbu, dan fillet ikan.

“Salah satu tujuan dari program kami adalah memberikan manfaat terhadap asupan gizi protein ke para santri,” jelasnya
Fishantren saat ini sedang mengembangkan komoditi lain, lewat pendekatan teknologi budidaya terbaru dan Akbar yang saat ini bekerja di salah satu startup perikanan, dengan harapan bisa mengembangkan ilmu yang didapat untuk bisa mengembangkan Fishantren.
Untuk informasi lebih lanjur, hubungi: Fishantren Indonesia
Email: [email protected]
HP: +62 857-4911-3931 (Rizhar Eman Karunia Akbar)

Komentar