Senin, 08 Juni 2026 | 05:25
NEWS

Mas Nadiem Makarim Ingin Tuntaskan Buta Aksara dari Indonesia

Mas Nadiem Makarim Ingin Tuntaskan Buta Aksara dari Indonesia
Mendikbud Nadiem Makarim (Siedoo.com)

ASKARA - Peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) yang ke-55 bisa menjadi momentum perubahan paradigma pendidikan di Indonesia, melalui pembelajaran literasi di tengah pandemi Covid-19.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendibud), Nadiem Anwar Makarim akan melakukan berbagai strategi, seperti pemutakhiran data buta aksara dan memperluas layanan program pendidikan keaksaraan untuk menuntaskan buta aksara.

"Kita tetap bersemangat untuk mengingat pentingnya melek huruf bagi setiap manusia, komunitas, dan masyarakat. Melakukan komunikasi sehingga kita dapat mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi," katanya dalam laman resmi Kemendikbud, yang ditulis Askara Kamis (10/9). 

Kemendikbud bersama Kementerian Dalam Negeri dapat memastikan kebijakan literasi selama pandemi Covid-19 bisa berjalan dengan baik di setiap daerah.

Selain itu, akan mengembangkan sinergi dalam upaya penuntasan buta aksara dan pemeliharaan kemampuan keberaksaraan warga masyarakat, serta mengakselerasi inovasi layanan program pada daerah terpadat buta aksara.

"Saat pandemi selesai, kita harus yakin akan keluar menjadi pemenang yang terus memiliki harapan dan cita-cita untuk mengentaskan buta aksara dari negara kita tercinta," ucap Nadiem. 

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Menengah, Kemendikbud, Jumeri menuturkan, penuntasan buta aksara dalam beberapa tahun belakangan ini difokuskan pada daerah yang tertinggal, terdepan dan terluar (3T). 

Sebab, semua daerah itu sulit dijangkau, khususnya selama masa pandemi ini. Maka masa krisis ini bisa dijadikan momentum untuk seluruh pihak dalam menunjukkan keberpihakannya meningkatkan literasi.

"Daerah 3T adalah bagian dari NKRI yang harus diperjuangkan, kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah sangat perlu, dalam mencapai tujuan memberantas buta aksara di Indonesia," tutur Jumeri. 

Literasi merupakan kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah. Hari Aksara Internasional atau Hari Melek Huruf Internasional diperingati setiap 8 September.
 

Komentar