Senin, 08 Juni 2026 | 22:28
NEWS

BMKG Prakirakan Awal Musim Hujan Dimulai Akhir Oktober

BMKG Prakirakan Awal Musim Hujan Dimulai Akhir Oktober
Ilustrasi hujan (handover)

ASKARA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan, sebagian wilayah Indonesia berpotensi terjadi peningkatan curah hujan. 

Hal itu berdasar pemantauan hingga akhir Agustus 2020, di mana terhadap anomali suhu muka laut pada zona ekuator di Samudera Pasifik yang menunjukkan adanya potensi La Nina (indeks Nino 3.4 = -0.69).

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menyampaikan, musim hujan di Indonesia akan dimulai secara bertahap di akhir bulan Oktober, terutama dimulai dari wilayah Indonesia Barat. 

Sebagian besar wilayah Indonesia diprakirakan mengalami puncak musim hujan di bulan Januari dan Februari 2021.

"Sebagian besar wilayah diprakirakan mengalami puncak musim hujan pada bulan Januari dan Februari 2021, yaitu sebanyak 248 ZOM (72,5 persen)," kata Dwikorita, Senin (7/9). 

Musim hujan umumnya berkaitan dengan peralihan Angin Timuran bertiup dari Benua Australia (Monsun Australia) menjadi Angin Baratan yang bertiup dari Benua Asia (Monsun Asia). 

Deputi Klimatologi BMKG, Herizal menambahkan peralihan angin monsun diprediksi akan dimulai dari wilayah Sumatera pada Oktober 2020. 

Kemudian wilayah Kalimantan, kemudian sebagian wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara pada November 2020 dan akhirnya Monsun Asia sepenuhnya dominan di wilayah Indonesia pada bulan Desember 2020 hingga Maret 2021.

"Dari total 342 Zona Musim (ZOM) di Indonesia, sebanyak 34,8 persen diprediksi akan mengawali musim hujan pada bulan Oktober 2020, yaitu di sebagian Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi," jelas Herizal  

Sebanyak 38,3 persen wilayah akan memasuki musim hujan pada bulan November 2020, meliputi sebagian Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua. 

Sementara itu 16,4 persen di Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, NTB, NTT dan Papua akan masuk awal musim hujan di bulan Desember 2020.

 

Komentar