Kamis, 04 Juni 2026 | 08:04
NEWS

Dokter dan Tenaga Kesehatan Tak Bisa Ditinggal Sendirian

Dokter dan Tenaga Kesehatan Tak Bisa Ditinggal Sendirian
Ilustrasi dokter dan perawat (shutterstock)

ASKARA - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), mengajak masyarakat berdoa kepada para tenaga kesehatan (nakes) yang gugur serta mereka yang masih dalam penanganan Covid-19.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy menyampaikan duka mendalam kepada para dokter dan nakes yang wafat menyelamatkan pasien dari pandemi Covid-19.

Pemerintah, kata dia, berusaha keras membantu dan mendukung para dokter dan nakes dalam penanganan Covid-19. Mengingat mereka adalah kelompok rentan karena berada di garis depan.

"Dokter adalah garda terdepan atau queen of battle. Mereka tidak bisa ditinggal sendirian. Kebutuhan perlu dipenuhi agar mereka dapat melakukan tugas-tugasnya dengan baik," ujar Effendy melalui ruang digital, Rabu (2/9).

Perwakilan tokoh Islam, Gus Mus mengungkapkan kesedihan mendalam atas wafatnya penjuang kemanusiaan. Ia menekankan bahwa pandemi ini adalah persoalan bersama. 

"Bukan persoalan para dokter atau tenaga medis tetapi permasalahan kita semua karena virus ini menimpa kita semua. Kita tidak boleh melepas tangan untuk memerangi virus ini," ucap Gus Mus.

Ia mengajak semua pihak untuk mengakhiri Covid-19 di Tanah Air dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. "Marilah kita mematuhi untuk menerapkan protokol kesehatan, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan," ungkapnya. 

Ketua Pengurus Besar IDI, Daeng M. Faqih berharap, masyarakat patuh terhadap protokol kesehatan. Seperti memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Setiap individu dapat menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. 

IDI yang menginisiasi doa bersama ini berharap dapat memberikan ketahanan mental kepada para dokter dan tenaga kesehatan yang masih berjuang menghadapi pasien Covid-19.

Serta mendoakan atas perlindungan terhadap mereka dan keselamatan rakyat Indonesia di tengah pandemi. Doa itu dipimpin oleh pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Abdul Hakim Mahfudz.

Sebanyak 104 dokter wafat saat bertugas dalam penanganan pasien Covid-19 hingga, Rabu (2/9). Pemerintah berharap para dokter dan nakes dapat lebih optimal dalam melindungi diri. Sehingga tidak terpapar virus saat berada di garda terdepan. 

Komentar