Rabu, 17 Juni 2026 | 18:46
NEWS

Protes, Petugas Pemulasaran Jenazah Pakai Hazmat Bertuliskan 'Kerja Tanpa Upah'

Protes, Petugas Pemulasaran Jenazah Pakai Hazmat Bertuliskan 'Kerja Tanpa Upah'
(Ist/Kesatu)

ASKARA - Anggota tim pemulasaraan jenazah di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya memakai baju hazmat bertuliskan 'kerja tanpa upah'.  Sejak enam bulan terakhir, mereka terbiasa mengurus jenazah pasien Covid-19. ‎

Mereka satu sama lain kompak menuliskan kalimat bernada protes di baju hazmat yang dikenakan. ‎Aksi itu sebagai protes karena selama ini pembayaran insentif khusus Covid-19 tak kunjung dibayar.

Salah seorang petugas kamar mayat YR (40) berharap pemerintah segera mencairkan insentif petugas pemulsaraan jenazah Covid-19. Dia mengaku sejak menangani pasien Covid-19 belum menerima insentif tersebut. ‎

"Kami berharap Pemkot Tasikmalaya dan Kementerian Kesehatan RI mengetahui insentif Covid-19 belum cair alias belum diterima. Sedangkan, intensif bagi para tenaga kesehatan seperti perawat sudah cair. Kami juga sama kan, paling depan mengurus jenazah Covid-19," jelasnya kepada wartawan.

YR pun mengaku sejak awal penugasan pada April sampai Agustus 2020 belum pernah mendapatkan pencairan insentif Covid-19 yang selama ini dijanjikan oleh Kemenkes dan Pemkot Tasikmalaya.‎

Padahal, selama itu sudah puluhan kali mereka menunaikan tugasnya mulai dari proses pemulasaraan sampai ke penguburan para pasien Covid-19.

"Selama itu kami sudah puluhan kali. Kemarin saja dan hari ini, kami proses pemulasaraan pasien Covid-19 dua kali berturut-turut," ucapnya.

Bahkan mereka selalu siaga 24 jam dan tak kenal hari untuk melaksanakan tugasnya.

"Kami juga kan bukan hanya berisiko kepada diri sendiri, tapi kami juga menjaga supaya tidak membahayakan orang lain di sekitarnya," jelas YR.

Mereka mengaku mengeluarkan uang sendiri untuk membiayai pemenuhan nutrisi selama bertugas. ‎

"Saya harap pemerintah adil lah, jangan terus disuruh kerja, tapi kita tidak diberi upah insentifnya gak ada. Jangan hanya janji saja," pungkasnya. (kesatu)‎

Komentar