Jumat, 24 Juli 2026 | 23:28
MILITER

Nyawa Dipertaruhkan, Prajurit TNI Habema Evakuasi Korban Kekerasan Yahukimo di Tengah Tembakan

Nyawa Dipertaruhkan, Prajurit TNI Habema Evakuasi Korban Kekerasan Yahukimo di Tengah Tembakan
Di tengah situasi mencekam yang masih menyelimuti pedalaman Papua Pegunungan, prajurit Koops TNI Habema berhasil mengevakuasi dua jenazah warga sipil yang menjadi korban aksi kekerasan OPM (Dok Koops TNI)

ASKARA - Di tengah situasi mencekam yang masih menyelimuti pedalaman Papua Pegunungan, prajurit Koops TNI Habema berhasil mengevakuasi dua jenazah warga sipil yang menjadi korban aksi kekerasan yang diduga dilakukan TPNPB-OPM Kodap XVI/Yahukimo pimpinan Kopitua Heluka. Evakuasi dilakukan di sekitar Jalan Trans Papua, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, Kamis (23/7/2026).

Operasi kemanusiaan tersebut berlangsung dalam kondisi penuh risiko. Selain harus menembus medan pegunungan yang berat, cuaca yang tidak bersahabat, serta derasnya arus sungai, tim juga menghadapi ancaman gangguan keamanan di sekitar lokasi kejadian.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, dua jenazah korban ditemukan berada di bawah Jembatan Kali Ahom, tidak jauh dari lokasi penembakan di ruas Jalan Trans Papua. Tim gabungan yang terdiri atas unsur evakuasi dan pengamanan bergerak secara hati-hati untuk memastikan proses penyelamatan korban dapat dilakukan tanpa mengorbankan keselamatan personel.

Saat tim mendekati lokasi, keberadaan kelompok bersenjata terdeteksi sehingga sempat terjadi kontak tembak. Meski berada dalam situasi berbahaya, prajurit Koops TNI Habema tetap melanjutkan misi kemanusiaan dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel hingga akhirnya dua jenazah berhasil dievakuasi.

Kedua korban kemudian dibawa ke RSUD Dekai untuk menjalani proses identifikasi sebelum diserahkan kepada keluarga. Sementara itu, seorang perempuan dari Suku Unaukam yang juga diduga menjadi korban masih dalam pencarian oleh tim gabungan.

Dalam operasi tersebut, berdasarkan laporan lapangan, satu orang yang diduga anggota OPM dilaporkan tewas. Seluruh personel TNI yang terlibat dalam operasi dipastikan kembali dengan selamat tanpa mengalami korban.

Pangkoops TNI Habema Mayjen TNI Yudha Airlangga bersama seluruh jajaran menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Menurutnya, kehilangan warga sipil akibat aksi kekerasan merupakan tragedi kemanusiaan yang meninggalkan luka mendalam bagi keluarga maupun masyarakat Papua yang mendambakan kehidupan damai.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna, menegaskan bahwa evakuasi tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi setiap warga negara yang menjadi korban kekerasan.

"Setiap nyawa warga Papua sangat berharga. Perlindungan terhadap masyarakat akan selalu menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan tugas. Kami akan terus berkomitmen menjaga stabilitas keamanan agar masyarakat dapat hidup dengan aman, damai, dan sejahtera," ujarnya.

Koops TNI Habema menegaskan akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keamanan di Papua, sekaligus memastikan proses pencarian korban yang masih hilang dapat berlangsung hingga tuntas.

 

Komentar