Akses Rapid Test dan Swab Test di Pesantren Sulit, Ini Solusinya
ASKARA - Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PBNU bekerja sama dengan Asosiasi Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (ARSINU) dan National Hospital Surabaya menggalang donasi, untuk program swab test gratis pesantren.
Ketua RMI PBNU, Abdul Ghoffar Rozin (Gus Rozin) mengatakan, bahwa akses untuk melakukan test baik rapid maupun swab sangat sulit bagi kalangan pesantren. Terlebih biayanya juga mahal.
"Karena itulah Satkor Covid-19 RMI PBNU berikhtiar untuk menggalang dukungan dari pihak ketiga agar pesantren memiliki akses test rapid atau swab yang terpercaya namun dengan biaya terjangkau," ujar Gus Rozin, Kamis (20/8).
Pihaknya telah mendapatkan bantuan dari National Hospital Surabaya berupa alat laboratorium Real Time Polymerase Chain Reaction (PCR) buatan Swiss.
"Alhamdulillah, kita dipertemukan oleh visi kemanusiaan yang sama. National Hospital Surabaya berkenan mendonasikan alat lab Real Times PCR Merk ROCHE LC 96 made in Swiss kepada RMI PBNU," imbuhnya.
Adapun pemakaiannya, RMI PBNU memberikan kuasa pakai kepada RS Unipdu Medika Jombang agar alat ini bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk keluarga besar pesantren.
Donasi alat ini juga didukung dengan Kerja Sama Operasional (KSO) alat lab rapid tes metode serologi antibodi Merk ROCHE E411.
"Dengan semangat hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75, National Hospital Surabaya, RMI PBNU dan RS Unipdu Medika meluncurkan program 'Swab for Spiritual Heroes'," jelas Gus Rozin.
Program ini dipersembahkan untuk para Kiai, Nyai dan segenap santri serta keluarga besar pesantren yang merupakan pahlawan spiritual bangsa Indonesia.
"Para pahlawan tanpa tanda jasa dari komunitas pesantren ini dapat mengakses swab test Covid-19 dengan biaya yang sangat terjangkau bahkan gratis untuk jumlah tertentu," katanya.
Gus Rozin berharap, swab test dapat dilakukan di lingkungan pesantren secara massif. Sehingga dapat memutus laju penyebaran virus Covid-19 di kalangan pesantren.
"Ke depannya, RMI PBNU bersama ARSINU berikhtiar mereplikasi program ini di sebanyak mungkin rumah sakit anggota ARSINU," terangnya.
"Alat lab ini akan terus relevan karena kemampuannya dalam menguji dan menganalisa berbagai macam specimen virus, tidak terbatas Covid-19," tambahnya.

Komentar