Rahayu Saraswati: Tidak Ada Toleransi Pada Perdagangan Orang
ASKARA - Bareskrim Polri menggerebak tempat karaoke Venesia BSD, Tangerang Selatan, Banten, Rabu malam (19/8). Diduga, tempat karaoke itu melakukan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dengan modus eksploitasi seksual pada masa pandemi Covid-19.
Dalam penggerebekan itu, polisi mengamankan 13 orang yang terdiri dari tujuh orang muncikari, tiga kasir, satu supervisor, satu manajer operasional dan satu general manager. Sejumlah barang bukti yang disita penyidik Bareskrim di antaranya kwitansi dua bundel, satu bundel voucher "ladies" tertanggal 19 Agustus 2020, uang Rp730.000 yang merupakan uang bookingan "ladies" mulai dari 1 Agustus 2020, 3 unit mesin EDC dan 12 kotak alat kontrasepsi. Polisi juga menjaring 47 wanita yang bekerja sebagai pemandu lagu atau LC.
Pengerebekan yang dilakukan Bareskrim Mabes Polri itu mendapatkan dukungan dari Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, aktivis perempuan dan pejuang anti perdagangan manusia.
"Tidak ada toleransi pada praktik perdagangan orang. Titik!" tegas Rahayu Saraswati, yang juga Pendiri Parinama Astha (ParTha) yang memperjuangkan kepentingan ibu dan anak khususnya korban perdagangan manusia (human trafficking).
Rahayu Saraswati juga meminta aparat membongkar kasus ini secara total, tidak hanya menjaring wanitanya tapi juga pelanggannya yang laki-laki dan pihak-pihak yang bisa diduga kuat terlibat dalam tindak pidana ini.
"Saya juga meminta aparat tegas, jangan cuma wanitanya yang diamankan, tapi juga pelanggannya, laki-laki kan.. Juga pihak-pihak yang bisa diduga kuat terlibat dalam kasus tindak pidana perdagangan orang, cari siapa-siapa saja tokoh kunci dalam perdagangan manusia itu, yang dikenal dengan sebutan germo atau mucikari. Jika ada, tangkap segera!" kata Rahayu Saraswati yang kini maju di Tangsel sebagai calon wakil wali kota yang berpasangan dengan H. Muhamad.
Rahayu Saraswati mengaku mempunyai solusi untuk menyelesaikan penyakit sosial itu.
"Solusinya pemberdayaan perempuan dan ekonomi serta meningkatkan ketahanan keluarga, perempuan harus cerdas, tangguh dan mandiri," pungkas Rahayu Saraswati yang pernah menjadi Kepala Divisi Pemberantasan Perdagangan Manusia di Yayasan Wadah.

Komentar