Belajar Tatap Muka Akan Dibuka Lagi di Zona Kuning dan Hijau
ASKARA - Pemerintah berencana membuka kembali kegiatan tatap muka di semua jenjang sekolah di zona kuning dan hijau.
Hal itu disampaikan Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Doni Monardo saat konferensi pers bersama Mendikbud Nadiem Makarim dan Menko PMK Muhadjir Effendy.
"Ada 163 zona kuning yang kiranya nanti ini akan bisa dilakukan kegiatan belajar tatap muka tetapi sesuai dengan kebijakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan," ujar Doni, Jumat (7/8).
Menurutnya, syarat pembelajaran tatap muka di zona kuning pun sama seperti pembukaan sekolah di zona hijau.
"Polanya hampir sama dengan zona hijau. Artinya keputusan untuk memulai sekolah atau belajar tatap muka juga dikembalikan kepada daerah, para bupati," jelas Doni.
Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan, kegiatan belajar secara jarak jauh atau online telah berlangsung selama hampir empat bulan. Dia pun mengapresiasi semua pihak yang sudah membantu pelaksanaan kegiatan belajar secara online.
Muhadjir menegaskan bahwa kewenangan pembukaan sekolah di zona kuning berbeda-beda sesuai jenjang pendidikannya.
"Secara lebih spesifik untuk jenjang SD, SMP itu menjadi tanggung jawab dan wewenang dari pemerintahan kabupaten dan kota. Untuk sampai SMP menjadi tanggung jawab wewenang dari pemerintah kabupaten/kota sedangkan untuk SMA dan SMK itu menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi," terangnya.
"Adapun, untuk pendidikan madrasah memang masih merupakan urusan pemerintahan yang absolut dengan bagian dari urusan keagamaan masih menjadi tanggung jawab dari Kementerian Agama," tambah Muhadjir.
Sebelumnya, pembukaan kembali sekolah hanya diperuntukkan di daerah yang berzona hijau atau nol penularan virus corona, mulai awal tahun ajaran pada Juni lalu.
Syaratnya, sekolah harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Meski demikian, semua keputusan berada di pihak sekolah, dinas pendidikan, dan pemda setempat. (industry)

Komentar