Kamis, 18 Juni 2026 | 00:54
NEWS

Ledakan Besar di Beirut, Rumah Sakit Kewalahan Tampung Korban yang Berjatuhan

Ledakan Besar di Beirut, Rumah Sakit Kewalahan Tampung Korban yang Berjatuhan
Ledakan di Beirut (Dok AFP/STR)

ASKARA - Ledakan besar mengguncang pesisir Beirut, Lebanon mengakibatkan banyak orang terluka dan meregang nyawa. Ledakan juga merusak gedung yang berada di sekitarnya. Kejadian itu terjadi pada Selasa (4/8) waktu setempat. 

Bak sebuah bom atom, kepulan asap besar membumbung tinggi ke udara disertai dengan munculnya gelombang api sangat besar. Sejumlah gedung berguncang bahkan jendela-jendela bangunan di kota itu hancur.

Sejumlah besar orang terluka dalam ledakan itu, kata pihak berwenang setempat. Rekaman video dari tempat kejadian menangkap korban luka melalui jalan-jalan di ibukota.

Banyak korban terperangkap di bawah puing reruntuhan bangunan. Ledakan keras itu terasa hingga sebagian besar kota dan menyebabkan listrik padam di beberapa distrik.

"Sebuah ledakan besar, memekakkan telinga melanda Beirut. Terdengar dari jauh," ujar seseorang penduduk melalui Twitter seperti dikutip dari AFP, Rabu (5/8). 

Presiden Palang Merah Lebanon mengatakan, pihaknya kewalahan menangani sejumlah korban yang jatuh akibat insiden tersebut. "Kami kewalahan menerima telepon," ucapnya. 

Sehingga membuat sejumlah korban yang dibawa ke rumah sakit sangat banyak. Maka rumah sakit Beirut tak mampu menampung sebagian korban.

Alhasil, sebagian korban terpaksa dilarikan ke rumah sakit lain di luar kota Beirut. Ambulans dari wilayah utara dan selatan negara itu, serta lembah Bekaa di timur diminta membantu evakuasi korban.

Menurut pihak keamanan setempat, setidaknya ada dua ledakan yang terjadi. Ledakan kemungkinan dari bahan peledak yang disita dan disimpan di pelabuhan selama bertahun-tahun.

Kepala biro Washington Post Beirut, Liz Sly melaporkan, kejadian itu banyak merenggut korban luka-luka. "Orang-orang yang berdarah, puing-puing menumpuk di semua bagian," tandasnya. 

Komentar