Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33
NEWS

Mendorong Sektor Perdagangan Indonesia-Ekuador

Mendorong Sektor Perdagangan Indonesia-Ekuador
Webinar RI-Ekuador (KBRI Quito)

ASKARA - KBRI Quito bekerja sama dengan Kedubes Ekuador di Jakarta menggelar Webinar yang mengangkat tema "Doing Business in Indonesia and Ecuador", Rabu (29/7) lalu. 

Kegiatan penting yang digelar oleh dua Kedubes ini, selain untuk mendorong perdagangan kedua negara juga merupakan satu rangkaian kegiatan memperingati pembukaan hubungan diplomatik Indonesia-Ekuador yang ke-40.

Hadir dalam webinar tersebut peserta dari KBRI Quito, Kedubes Ekuador di Jakarta, Direktorat Amerika II Kemlu RI, Direktorat Asia dan Afrika Kemlu dan Mobilitas Manusia Ekuador, Kementerian Perdagangan RI, Kementerian Produksi, Perdagangan Luar Negeri, Investasi dan Perikanan Ekuador, Kadin Indonesia, Kamar Dagang Quito serta sejumlah pelaku usaha/perusahaan dari Indonesia dan Ekuador. 

Narasumber dalam kegiatan webinar tersebut adalah Ketua Komite Tetap Amerika Kadin Indonesia, Diono Nurjadin, Direktur Eksekutif Kamar Dagang Quito, Carlos Zaldumbide, Direktur Perundingan Bilateral, Kemdag RI, Made Ayu Marthini, Direktur Asia, Afrika dan Oceania Kementerian Produksi, Perdagangan Luar Negeri, Investasi dan Perikanan Ekuador, Maria Fernanda Cruz. 

Webinar tersebut berlangsung sangat produktif. Para narasumber mengungkap sejumlah peluang kerja sama kedua negara sehingga mendapatkan apresiasi dari peserta Webinar sebagai langkah menjembatani potensi kerja sama perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Ekuador.
   
Duta Besar RI untuk Ekuador, Diennaryati Tjokrosuprihatono berharap, webinar tersebut dapat menjadi pendorong pelaku usaha kedua negara serta Kamar Dagang dan Industri untuk menjalin kerja sama dan meningkatkan kerja sama bisnis. 

Dien mengakui, walaupun secara global, tingkat perdagangan antara Indonesia dan Ekuador belum terlalu signifikan, namun terlihat adanya peningkatan total perdagangan setiap tahunnya. Pada tahun 2019 tercatat total perdagangan kedua negara sebesar 203,8 juta US$ dollar.

Ekuador merupakan mitra dagang terbesar Indonesia ke-5 di kawasan Amerika Selatan, yang berpotensi besar untuk menjadi pintu masuk bagi produk Indonesia ke pasar Amerika Selatan. Di lain pihak, Indonesia merupakan mitra dagang yang cukup penting bagi Ekuador mengingat Indonesia merupakan negara tujuan ekspor terbesar ke-16 serta importer ke-19 terbesar bagi Ekuador, secara khusus bagi komoditas non-migas. 

Hubungan diplomatik Indonesia-Ekuador dibuka pada 29 April 1980. Pada Desember 2018 di kota Quito, ibu kota Ekuador kedua negara mengadakan pertemuan Working Group on Trade and investment (WGTI) Pertama yang menjadi pertemuan penting bagi kedua negara untuk membahas peningkatan kerja sama di bidang perdagangan dan investasi.  

Komentar