Rabu, 17 Juni 2026 | 22:43
NEWS

Lebih Percaya Hoaks, Daya Nalar Kritis Bangsa di Ujung Tanduk

Lebih Percaya Hoaks, Daya Nalar Kritis Bangsa di Ujung Tanduk
(Mediaindonesia)

ASKARA - Maraknya informasi palsu atau hoaks telah membuat kacau kehidupan sosial masyarakat. Bahkan mengancam keutuhan bangsa. 

Karenanya, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengingatkan, penting memilah-milah informasi.

Dia mengatakan, tantangan terbesar umat manusia saat ini, khususnya dalam dunia pendidikan, adalah serangan hoaks dan misinformasi. 

"Serangan hoaks dan misinformasi ternyata tak hanya terjadi pada pemilu saja melainkan juga di saat pandemi Covid-19 seperti saat ini," kata Bambang di SMA Negeri 68 Jakarta, Sabtu (25/7).

Menurutnya, respons masyarakat terhadap kinerja tenaga medis sebagai penyebar Covid-19 tak lepas dari banyaknya hoaks yang berseliweran di media sosial. 

"Bukannya menyaring, masyarakat malah mempercayai begitu saja. Kejadian ini hampir serupa di saat pemilu dahulu," ujar Bambang. 

Terkadang masyarakat cenderung mempercayai informasi keliru. Bahkan ketika dimunculkan kabar yang benar sudah tak dipercayai karena terlanjur menelan hoaks. 

"Jikapun sudah diluruskan mereka tetap tak mau menerima, lantaran sudah terlebih dahulu percaya pada informasi yang menyesatkan tersebut," jelas Bambang. 

Disinformasi terbaru saat ini yang sedang hangat adalah terkait termometer infrared atau thermo gun yang disebut berbahaya bagi manusia. Tak tanggung-tanggung, hoaks menyebutkan penggunaan thermo gun yang ditembakan di kening untuk mengukur suhu tubuh dianggap membahayakan struktur otak.

"Mudahnya masyarakat percaya dengan informasi serampangan tanpa dasar yang kuat menandakan daya nalar kritis bangsa ini sedang di ujung tanduk," beber Bambang. 

Fenomena ini sekaligus menjadi peringatan awal bagi stakeholder dunia pendidikan duduk bersama mencari pola pembelajaran yang tepat. Sehingga tercapainya cita-cita dalam konstitusi. 

"Guna mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai amanat yang terkandung dalam pembukaan UUD NRI 1945," demikian Bambang. 

Komentar