Rabu, 17 Juni 2026 | 18:30
NEWS

Kasus Covid-19 Hampir 1 Juta Orang, India Kembali Lockdown

Kasus Covid-19 Hampir 1 Juta Orang, India Kembali Lockdown
Ilustrasi. (Dok. AFP)

ASKARA - Kasus virus corona (Covid-19) di India hampir menyentuh angka 1 juta orang.

Pemerintah pun kembali menerapkan kebijakan lockdown guna meminimalisir penyebaran Covid-19 di Negeri Taz Mahal itu.

Pantauan di Worldometers, India menjadi negara ketiga terbesar setelah Amerika dan Brasil. Di mana, positif Covid-19 di India pada Rabu (15/7) mencapai 941.660 kasus dengan total kematian 24.371 dan sembuh 594.739.

Associated Press melansir, total harian pada hari ini mengalami penambahan hampir 30 ribu kasus baru dan 582 kematian.

Lockdown akan berlaku selama dua pekan dengan menyesuaikan daerah yang mengalami lonjakan tinggi kasus Covid-19 seperti halnya Bihar dengan populasi 128 juta yang memiliki sistem kesehatan lemah. Sejak Sabtu (11/7), Bihar telah mencatat lebih dari 1000 kasus dalam sehari.

Adapun, saat ini hampir 2,5 juta pekerja migran miskin yang terdampak telah kembali ke daerahnya masing-masing dengan kehilangan pekerjaan.

Pusat teknologi utama di Bangalore, tempat kantor-kantor perusahaan teknologi besar seperti Amazon dan Apple berada ditutup selama sepekan sejak Selasa malam (14/7).

Pelonggaran aturan pencegahan Covid-19 usai lockdown total beberapa waktu lalu juga dibatalkan lantaran berisiko tinggi meningkatkan kembali penyebaran Covid-19. Menurut Pusat Pemantauan Ekonomi India, sebuah think-tank independen menyebut hal ini mempengaruhi tingkat partisipasi tenaga kerja dan konsumsi listrik yang turun pada Juli dibandingkan Juni.

Menteri India untuk Usaha Kecil dan Menengah Nitin Gadkari mengatakan, para ahli memperkirakan India akan mempengaruhi kerugian USD 133,3 miliar pada tahun 2021. Pihak berwenang kini semakin berusaha memfokuskan lockdown untuk melindungi ekonomi dari kerugian lebih parah.

Seorang ahli epidemiologi di Christian Medical College, India Selatan Jayaprakash Muliyil memperingatkan bahwa angka kematian bisa jauh lebih tinggi akibat tidak adanya mekanisme yang kuat untuk melaporkan kematian di daerah pedesaan.

"Kami tidak memiliki infrastruktur," katanya.

Direktur Global Health Institute Harvard Dr. Ashish Jha mengatakan, dengan percepatan kasus baru, strategi India harus fokus pada menjaga jumlah kasus untuk dapat serendah mungkin dan menyelamatkan sebanyak mungkin nyawa.

"Harus melanjutkan pengujian dan isolasi. Pastikan ada sedikit atau tidak ada pertemuan di dalam ruangan," katanya.

Jha memperingatkan bahwa India harus memastikan memiliki persediaan dan tempat tidur yang cukup untuk orang-orang yang perlu dirawat di rumah sakit dalam beberapa hari mendatang. 

Komentar