Kamis, 04 Juni 2026 | 05:20
NEWS

Jumlah Pedagang Positif Covid-19 Melonjak, Ketidakpercayaan Disebut Menjadi Sebab Utama

Jumlah Pedagang Positif Covid-19 Melonjak, Ketidakpercayaan Disebut Menjadi Sebab Utama
Pasar Tradisional (Beritasatu.com)

ASKARA - Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (DPP-IKAPPI) mencatat data terbaru pedagang yang teridentifikasi Covid-19.

Ketua Bidang Infokom DPP IKAPPI, Reynaldi Sarijowan mengatakan, hingga Selasa (14/7) sebanyak 1.053 pedagang positif Covid-19 yang tersebar di 190 pasar, di 80 kabupaten/kota dan 26 provinsi. 

"Ada yang unik pada data terbaru, kami mendapatkan penambahan kasus yang cukup tinggi dalam 1 minggu terakhir. Kami lihat penambahan itu di wilayah-wilayah yang pemerintah daerahnya masif dalam melakukan rapid test dan swab di pasar tradisional," ujar Rey, Selasa (14/7)

Dikatakan, kasus pedagang positif Covid-19 di pasar tradisional yang tertinggi adalah Papua, disusul DKI Jakarta dan Jawa Timur.

IKAPPI meminta semua pihak, khususnya pemda dan pengelola pasar lebih aktif melakukan edukasi tentang bahaya Covid-19. Selain itu, juga dilakukan penguatan koordinasi untuk menjalankan protokol kesehatan di pasar tradisional.

"Pada kurun waktu bulan Juni 2020 kami lihat bahwa ritme peningkatan teridentifikasi lebih tinggi dibanding bulan bulan sebelumnya, padahal protokol kesehatan terus digalakkan di pasar-pasar. Maka, kami minta agar ada penguatan edukasi dan bahaya Covid-19 dan memperkuat keterlibatan serta peran pedagang dalam proses protokol kesehatan," kata Rey.

Informasi yang diterima IKAPPI menyebutkan, ketidakpercayaan publik terhadap bahaya Covid-19 menjadi faktor utama peningkatan kasus di pasar. 

"Dis-informasi yang berkembang di bawah, khususnya pedagang pasar dan  pengunjung. IKAPPI Mendorong agar penguatan terhadap protokol kesehatan di pasar dan edukasi yang harus kita lakukan secara bersama-sama kepada pedagang menjadi hal utama untuk dilakukan," terangnya.

IKAPPI juga mendorong keterlibatan pedagang dalam proses kebijakan yang diambil atau protokol kesehatan yang dilakukan di pasar.

Sementara itu, jumlah pedagang pasar tradisional yang meninggal dunia hingga pada 26 Juni 2020 sebanyak 32 orang. Hingga 13 Juli 2020 terdapat 3 pedagang tradisional yang meninggal dunia, yakni di Pasar Toroh Jateng 1 orang, Pasar Kunir Jatim 1 orang, Pasar Harjodaksino Jateng 1 orang.

Komentar