Kios Pedagang Pasar yang Positif Covid-19 Akan Ditutup
ASKARA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta saat ini tengah fokus melakukan tracing (pelacakan) penyebaran virus di pasar tradisional.
Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta telah memeriksa sebanyak 1.168 orang pedagang di pasar tradisional dengan 137 orang di antaranya positif Covid-19. Salah satunya pedagang di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan yang telah ditutup hingga 20 Juni mendatang.
Direktur Utama Perumda Pasar, Jaya Arief Nasrudin mengatakan, Pasar Kebayoran Lama akan ditutup tiga hari dan dilakukan penyemprotan disinfektan, dan dilakukan proses tracing (pelacakan). Sementara itu toko yang dimilik pedagang yang terkena Covid-19 akan ditutup.
"Saat ini Pasar Kebayoran Lama kita tutup operasionalnya selama tiga hari untuk melakukan penyemprotan. Dan kedua lakukan proses tracing oleh Puskesmas untuk mereka yang kena Covid-19 tanpa gejala lakukan isolasi mandiri dan kiosnya kita tutup," ujar Arief, Kamis (18/6).
Arief menuturkan, para pedagang tradisional yang positif Covid-19 rata-rata dalam kondisi tanpa gejala, hal ini diketahui saat dilakukan tracing dari pasar ke pasar sebagai pencegahan dari adanya kluster baru penyebaran Covid-19.
"Kebanyakan positif tanpa gejala. Kan kita lakukan tracing kita lakukan di pasar untuk pastikan nggak jadi potensi kluster baru. Kita lakukan itu untuk buat pedagang waspada. Kalau kita cepat lakukan tes, akan cepat juga mengatasi penyebaran covid itu sendiri," tuturnya.
Setelah ditutup, Pasar Kebayoran Lama akan kembali dibuka, hal ini mempertimbangkan banyak masyarakat yang membutuhkan bahan pokok.
"Iya dong (dibuka kembali). Kalau nggak dibuka nanti kasian yang di laur nggak bisa belanja kebutuhan barang. Jadi penutupan nggak selamanya tapi sterilisasi atas Covid-19 yang sudah beredar di pasar itu. Makanya penyemprotan (disinfektan) damkar," pungkasnya.

Komentar