Selasa, 09 Juni 2026 | 09:03
NEWS

Ada Karyawan Positif Covid-19, Gedung TBB Unilever Masih Ditutup

Ada Karyawan Positif Covid-19, Gedung TBB Unilever Masih Ditutup
Ilustrasi. (Dok. AFP)

ASKARA - PT Unilever Indonesia Tbk. mengonfirmasi sejumlah karyawannya yang positif Covid-19. 

Menyikapi hal ini, Unilever memutuskan untuk menghentikan sementara operasional di gedung TBB yang merupakan bagian dari Kompleks Pabrik Unilever Cikarang.

Penutupan Gedung TBB dilakukan sejak Jumat (26/6) pasca diterimanya laporan beberapa karyawan di bagian engineering terkonfirmasi positif Covid-19. Unilever pun langsung mengonfirmasi hal itu kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, melakukan contact tracing, dan tes PCR seluruh karyawan sebanyak 265 orang.

Selain Gedung TBB, terdapat beberapa gedung lain di Kompleks Pabrik Unilever Cikarang. Seluruh gedung tersebut di pisah antara protokol pemisahan zona kerja dan area produksi yang ketat. Unilever menegaskan bahwa karyawan hanya diperbolehkan bekerja di zona masing-masing dan tidak dapat melintasi zona dan area produksi untuk alasan apapun.

"Operasional segera kami tangguhkan begitu mendapat kabar tersebut untuk berfokus menerapkan berbagai langkah preventif dalam upaya menjaga kesehatan dan keselamatan karyawan. Kami berterima kasih atas dukungan penuh yang diberikan Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Bekasi," jelas Direktur Corporate Affairs dan Sekretaris Perusahaan Sancoyo Antarikso melalui keterangannya, Kamis (2/7).

Dia menuturkan, Unilever berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan pemerintah dan otoritas terkait. Juga menekankan transparansi sebagai kunci dalam upaya menjaga situasi agar tetap terkendali.

Dalam upaya pencegahan Covid-19 juga berlaku pada seluruh kantor dan pabrik Unilever di 180 negara, termasuk Indonesia. Salah satunya sejak awal pandemi telah melakukan zonasi di komplek pabrik.

"Kami akan terus memastikan bahwa semua standar keselamatan dan kesehatan kerja di pabrik kami terpenuhi sebelum kami kembali pada operasional normal. Kami memahami bahwa produk kami merupakan bagian penting dalam keseharian konsumen. Oleh karena itu, perlu kami sampaikan bahwa hal ini tidak akan mempengaruhi pasokan kepada konsumen. Stok yang ada di gudang kami maupun di gudang distributor dan pelanggan masih mencukupi," papar Sancoyo.

Saat ini langkah-langkah yang diterapkan Unilever di Pabrik Cikarang adalah dengan memberlakukan larangan perjalanan, pengaturan kerja dari rumah untuk karyawan yang bekerja di kantor, tim dokter perusahaan yang siaga membantu karyawan di zona masing-masing, serta pemantauan kesehatan yang dilakukan setiap hari dengan standar pengawasan dan prosedur tindak lanjut yang ketat.

Komentar