Hujan Masih Berpotensi Hingga Awal Juli, Waspadai Bahaya Banjir
ASKARA - Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, banjir dan longsor di beberapa wilayah seperti di Kalimantan, Sulawesi dan Maluku Utara.
Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), beberapa wilayah masih berpotensi hujan dengan curah menengah hingga tinggi.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB, Raditya Jati mengatakan, sejumlah wilayah yang teridentifikasi potensi hujan tersebut adalah di Pulau Sulawesi, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.
"Bahkan hingga awal Juli 2020, wilayah tadi masih berpotensi hujan dengan intensitas menengah," ungkap Raditya, Minggu (28/6).
Dikatakan, berdasarkan laporan yang diterima Pusdalops kejadian banjir di wilayah Sulawesi Sabtu lalu (27/6), terjadi di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Provinsi Sulawesi Selatan, Kabupaten Kepulauan Taliabu, Maluku Utara, Kabupaten Boalemo dan Pohuwanto, Gorontalo dan Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah.
"Ribuan warga terdampak banjir di wilayah-wilayah tersebut, seperti di Lamandau 723 KK, Taliabu 700, Bolaang Mongondow Selatan 220, Boalemo 125 dan Pohuwanto 40," katanya.
Raditya menuturkan, berdasarkan analisis dari InaRISK, Indonesia memiliki potensi risiko sedang hingga tinggi untuk bahaya banjir. Jiwa terpapar bahaya ini mencapai 100 juta penduduk di seluruh provinsi.
Selain itu, luas wilayah dengan potensi terdampak banjir hingga hampir 20 juta hektare. Akibat bahaya longsor, jiwa yang terpapar bisa mencapai 14 juta penduduk, dengan luas wilayah berisiko mencapai 57 juta hektare di 33 provinsi.
"Melihat kondisi hingga awal Juli 2020, masyarakat diimbau untuk tetap siap siaga dalam menghadapi ancaman bahaya, khususnya hidrometeorologi. Kesiapsiagaan berbasis masyarakat sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan jiwa," tuturnya.
Sebagai antisipasinya, hal sederhana yang dapat dilakukan oleh masyarakat adalah dengan memetakan wilayah berpotensi banjir dan longsor, serta melihat kondisi tanah di lapangan, hal ini bisa diukur juga dari curah hujan tinggi serta berdurasi lama dapat berpotensi banjir.
"Meskipun potensi bahaya banjir dan longsor masih dapat terjadi, masyarakat juga selalu siap siaga dalam menghadapi potensi bahaya lain, seperti angin puting beliung, kebakaran hutan dan lahan, gempa bumi, tsunami, erupsi gunung api dan pandemi Covid-19 yang masih menjadi ancaman di sekitar," tandasnya.

Komentar