Terapi Plasma Konvalesen untuk Alternatif Pengobatan Covid-19
ASKARA - Sebagai salah satu pengobatan alternatif terapi plasma konvalesen yang kini kembali dimunculkan sebetulnya bukan hal baru. Sebab terapi ini banyak digunakan untuk mengobati penyakit, termasuk difteri.
Dokter Spesialis Paru RSUP Persahabatan dr. Erlina Burhan mengungkapkan perjalanan panjang terapi konvalesen (convalescent) hingga sekarang kembali terdengar.
"Terapi plasma konvalesen ini merupakan terapi yang sudah cukup lama yakni sejak tahun 1900-an. Sudah digunakan untuk penyakit-penyakit seperti difteri, SARS, MERS, dan flu burung," ujarnya di Graha BNPB, Jakarta, Sabtu (27/6).
Namun terapi tersebut masih terbatas untuk uji klinis. Demikian juga dengan Covid-19, dipakai di banyak negara hanya sebatas uji klinis. Meski hasilnya cukup bagus dan efektif.
Kendati demikian, keberhasilan terapi yang telah dilakukan di banyak negara masih terbatas pada jumlah pasien yang sedikit. Saat ini, Amerika Serikat sedang melakukan pengujian terapi plasma konvalesen kepada pasien dalam jumlah banyak tapi masih belum merilis publikasi secara resmi terkait hal tersebut.
"Misalkan di China, di sana terdapat empat studi yang dilaporkan uji klinisnya tapi sayangnya pasiennya masih sedikit. Ada yang dilakukan kepada lima pasien, 10 pasien, enam pasien, dan di Korea hanya dua pasien," kata Dokter Erlina.
Sementara di Indonesia, saat ini masih dalam tahap uji klinis kepada para pasien positif Covid-19 dengan gejala berat. Beberapa rumah sakit termasuk RSUP Persahabatan telah siap dan akan segera melakukan uji coba.
"Sudah banyak sebenarnya rumah sakit yang melakukan uji klinis (plasma konvalesen) ini, seperti RSPAD, RSCM, dan saat ini RS Persahabatan," ujar Dokter Erlina.
Bahkan proposalnya sudah lulus uji etik dan telah diumumkan kepada pasien apabila terdapat sukarelawan yang ini mendonorkan kepada pasien-pasien yang sakit.
"Saat ini kami sudah mendapatkan beberapa orang donor. Sudah cukup dan menemui kecocokan antara darah dari pendonor dengan pasien kami," kata Dokter Erlina mengenai terapi plasma konvalesen di RSUP Persahabatan.
Pihaknya pun belum bisa mengambil kesimpulan tegas bahwa terapi plasma konvalesen bisa digunakan sebagai pengobatan rutin kepada pasien Covid-19.

Komentar