Rabu, 17 Juni 2026 | 18:31
NEWS

Pak Menteri Ingatkan Kunci Utama Turunkan Covid-19 di Surabaya

Pak Menteri Ingatkan Kunci Utama Turunkan Covid-19 di Surabaya
(Menko PMK) Muhadjir Effendy di Surabaya (Dok Kemenko PMK)

ASKARA - Protokol kesehatan di setiap sektor harus dilaksanakan menjalani fase kenormalan saat ini, terutama di area publik seperti pasar. Hal itu didorong agar tidak menjadi episentrum baru penyebaran Covid-19. 

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy menuturkan, pengadaan fasilitas cuci tangan dan sekat pembatas antara penjual dengan pembeli harus diterapkan. 

Namun, masih ada beberapa protokol kesehatan yang perlu ditingkatkan lagi. Salah satunya adalah jaga jarak antara penjual dan pembeli saat bertransaksi jual beli.

"Jadi jaga jarak baik antara pembeli dan penjual dan antara pembeli itu yang harus didisiplinkan," ujarnya saat meninjau pasar tradisional Genteng Baru dan Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo, Surabaya, Kamis kemarin (25/6). 

Dikatakannya, tirai pembatas antara pembeli dan penjual di Pasar Genteng Baru masih perlu dilengkapi hingga ke seluruh penjual. 

Kemudian, perlu ada protokol ketat yang membatasi waktu berbelanja serta pengawasan sebelum masuk ke pasar agar tidak terjadi kerumunan dalam pasar.

Muhadjir Effendy meminta Wali Kota Tri Rismaharini serta pihak pengelola pasar bisa bekerja sama dengan TNI dan Polri, dalam pengetatan pengawasan khususnya di pasar tradisional yang rentan menjadi tempat penularan Covid-19. 

"Pak Presiden menginstruksikan, agar ada bantuan dari TNI dan Polri untuk ikut mengawasi pusat-pusat kepadatan warga terutama di wilayah tadi itu seperti pasar tradisional tadi," imbuhnya. 

Dia mengingatkan protokol kesehatan di pasar tradisonal bisa dipatuhi oleh pengelola pasar, para penjual, serta para pembeli. Sebab itu menjadi kunci utama agar angka penularan Covid-19 di Surabaya segera turun.

"Jadi kuncinya itu. Kalau kita ingin Surabaya segera turun terutama angka fatalnya yang masih sangat tinggi, warga masyarakat Surabaya tidak menunggu diingatkan diawasi oleh aparat, tapi kesadaran diri sendiri. Mari kita awasi diri kita sendiri-sendiri," ucapnya.

Pemerintah pusat menaruh perhatian pada Provinsi Jawa Timur khususnya Kota Surabaya. Bahkan, Presiden Joko Widodo dengan telah turun langsung ke Kota Surabaya untuk berkomunikasi dengan Bupati, Wali Kota seluruh Jawa Timur.

"Untuk memastikan bahwa Jawa Timur siap untuk sungguh-sungguh memerangi Covid-19 ini segera menurunkan kasusnya dan menurunkan angka kematiannya terutama," cetusnya. 

Untuk itu, pengendalian kasus Covid-19 bisa berhasil didukung dengan mematuhi protokol kesehatan. Tercatat persebaran Covid-19 di Surabaya mendekati 5.000 kasus, tepatnya 4.962 kasus pada, Kamis (24/6).

"Saya minta betul-betul Surabaya. Karena surabaya ini share kasusnya dan angka kematiannya untuk Jawa Timur paling tinggi," tandasnya.

Komentar