Melanjutkan Kompetisi Sepak Bola dengan Pengawasan Ketat
ASKARA - Gugus Tugas Nasional menetapkan syarat ketat jika kompetisi sepak bola kembali digelar. Tidak hanya soal pertandingan melainkan juga penontonnya.
Menurut Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo, menggelar kembali kompetisi sepak bola memerlukan sejumlah syarat. Para atlet perlu dikarantina dan menjalani tes Covid-19.
Jika kompetisi kembali bergulir, Gugus Tugas Nasional berharap agar pertandingan digelar tanpa penonton sebagaimana telah dilakukan di sebagian negara Eropa.
Gugus Tugas Nasional memberikan izin pelatihan selama tidak membuat kerumunan dan dengan pengawasan. Penerapan protokol kesehatan perlu dilaksanakan dengan disiplin dan diawasi baik.
Dianjurkan tetap melakukan olah raga di masa pandemi untuk mencegah terpapar Covid-19. Terlebih olah raga individu perlu untuk meningkatkan imunitas.
"Kami menyarankan agar olah raga individu bisa dijalankan dan ditingkatkan intensitasnya. Olah raga individu dengan intensitas serta durasi cukup dapat meningkatkan imunitas tubuh," jelas Doni saat menerima kunjungan Pengurus KONI Pusat di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (25/6).
Mengingat hal itu, maka pembinaan olah raga prestasi dapat dilakukan dengan syarat dan ketentuan tertentu. Protokol kesehatan tetap dilakukan dengan disiplin. Selain itu perlu ada pengawasan yang ketat.
Di sisi lain, atlet cenderung memiliki risiko terpapar yang rendah karena imunitasnya baik. Meski terpapar, daya tahan tubuh atlet yang akan membantu melawan virus.
Penularan bisa saja terjadi pada sekitarnya jika imunitas rendah. Terlebih jika orang-orang di sekitar atlet menderita penyakit ginjal, diabetes, kanker dan hipertensi.
"Atlet tidak masalah, yang bermasalah di sekitarnya," beber Doni.
Komite Olah Raga Nasional Indonesia (KONI) Pusat di bawah pimpinan Ketua Umum Letjen TNI (Purn) Marciano Norman menyatakan, kunjungan ke Gugus Tugas Nasional untuk membangun koordinasi soal penyelenggaraan pembinaan olah raga prestasi.
"Ingin selalu berkoordinasi dengan Gugus Tugas," katanya sekaligus menyerahkan protokol kesehatan olah raga karya KONI Pusat.

Komentar