Kamis, 16 Juli 2020 | 22:57
NEWS

Diserang Kelompok Bersenjata, Prajurit TNI Gugur di Kongo

Diserang Kelompok Bersenjata, Prajurit TNI Gugur di Kongo
Prajurit TNI Gugur di Kongo (Puspen TNI)

ASKARA - Seorang prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Kizi TNI Konga XX-Q/Monusco gugur saat menjalankan misi sebagai pasukan perdamaian PBB di wilayah Republik Demokratik Kongo, Afrika.

Komandan Satgas Kizi TNI Konga XX-Q/Monusco, Letkol Czi M.P. Sibuea, mengatakan, prajurit TNI yang gugur tersebut atas nama Serma Rama Wahyudi. Selain itu, seorang prajurit lainnya terluka oleh serangan kelompok bersenjata di wilayah Makisabo, Kongo, Afrika, Senin (22/6) waktu setempat.

Sibuea menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi saat tugas pengiriman ulang logistik ke Temporary Operation Base (TOB) bagi prajurit Satgas Kizi TNI Konga XX-Q/Monusco yang melaksanakan pembangunan Jembatan Halulu sebagai sarana pendukung bagi masyarakat setempat. 

Ketika perjalanan kembali ke COB (Central Operation Base), para prajurit dihadang dan dihujani tembakan ke arah konvoi kendaraan angkut personel yang dikawal oleh dua unit kendaraan tempur APC Malawi Batalyon di wilayah Makisabo. 

Serangan mendadak tersebut diduga dilakukan oleh Allied Democratic Forces (ADF), kelompok bersenjata yang berkonflik dengan pemerintah Republik Demokratik Kongo. Usai kontak senjata, diketahui bahwa Serma Rama Wahyudi meninggal dunia akibat terkena tembakan yang menembus dada atas sebelah kiri, sementara satu prajurit TNI lainnya yang terluka saat ini mendapat perawatan di Rumah Sakit Level III Goma MONUSCO.

Satgas Kizi TNI Konga XX-Q/Monusco merupakan Satgas PBB dari Indonesia yang banyak memberikan kontribusi besar dalam pembangunan infrastruktur di daerah misi dan telah mendapatkan apresiasi besar dari Markas PBB, salah satunya adalah program pembangunan dan rehabilitasi jalan Kasinga-Kadidiwe, Kongo.

 

Komentar