Selasa, 23 Juni 2026 | 02:27
MILITER

Selamatkan Pelajar Terseret Arus, Prajurit TNI AU Gugur Bersama Anggota Polri

Selamatkan Pelajar Terseret Arus, Prajurit TNI AU Gugur Bersama Anggota Polri
Jenazah Serda Raden Rangga Satya ketika dibawa ke kampung halamannya (Dok Dispenau)

ASKARA Duka menyelimuti keluarga besar TNI Angkatan Udara dan Kepolisian Republik Indonesia. Prajurit TNI AU, Serda Raden Rangga Satya, gugur dalam aksi kemanusiaan saat berupaya menyelamatkan seorang pelajar yang terseret arus di Pantai Nirun, Desa Elaar Ngursoin, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara, Minggu (21/6/2026).

Peristiwa bermula ketika seorang pelajar SMP berinisial Opy Hanubun (16) terjatuh ke laut dan berteriak meminta pertolongan. Mendengar teriakan tersebut, Serda Rangga bersama anggota Polda Maluku, Briptu Nanda Tutupoho, tanpa ragu langsung terjun ke laut meski ombak sedang tinggi dan arus cukup kuat.

Berkat keberanian dan pengorbanan keduanya, pelajar tersebut berhasil diselamatkan dalam keadaan selamat. Namun nahas, setelah berhasil mengevakuasi korban, Serda Rangga dan Briptu Nanda justru terseret arus laut yang ganas.

Warga yang berada di sekitar lokasi kemudian berupaya melakukan pertolongan dan berhasil mengevakuasi kedua aparat negara tersebut. Namun, Serda Raden Rangga Satya dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan menuju Puskesmas Danar. Sementara Briptu Nanda Tutupoho juga mengembuskan napas terakhir saat menjalani rujukan ke RSUD Karel Sadsuitubun.

Kepergian kedua putra terbaik bangsa itu meninggalkan duka mendalam. Namun, pengorbanan mereka telah menyelamatkan satu nyawa dan menjadi bukti nyata bahwa semangat kemanusiaan melampaui segala batas.

TNI Angkatan Udara menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas gugurnya Serda Raden Rangga Satya. Institusi tersebut menilai almarhum telah menunjukkan keberanian, kepedulian, dan pengabdian tanpa pamrih kepada sesama.

Pengorbanan Serda Rangga menjadi teladan luhur tentang nilai-nilai kemanusiaan yang senantiasa melekat pada jati diri prajurit TNI Angkatan Udara. Demikian pula Briptu Nanda Tutupoho, yang bersama rekannya memilih mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan orang lain.

Di tengah derasnya arus dan tingginya gelombang, keduanya telah menunaikan panggilan kemanusiaan hingga akhir hayat. Mereka mungkin telah gugur, namun keberanian dan pengabdian mereka akan selalu dikenang sebagai simbol persaudaraan, pengorbanan, dan cinta kepada sesama. 

 

Komentar