Minggu, 07 Juni 2026 | 13:47
NEWS

Diduga Manipulasi Data Kematian Covid-19, Menkes Chili Mundur dari Jabatan

Diduga Manipulasi Data Kematian Covid-19, Menkes Chili Mundur dari Jabatan
Ilustrasi Covid-19 (Shutterstock)

ASKARA - Chili menjadi negara dengan peningkatan tajam penyebaran Covid-19 di Amerika Selatan. Kritikan kepada pemerintah negara tersebut cukup tinggi akibat dugaan manipulasi data penyebaran Covid-19, hingga menyebabkan Menteri Kesehatan Jaime Maalalich mundur.

Dilansir dari The Guardian, pengunduran diri Maalalich terjadi pada Sabtu (13/6) waktu setempat. Kemundurannya dilakukan setelah terkonfirmasi 234 kematian dalam 24 jam sebagai angka kematian tertinggi sejak awal kasus baru. 

"Saya ingin menyerukan dialog dan kerja sama antara pusat penelitian, serikat medis dan komunitas ilmiah, dimulai era baru di mana kita harus mendengar pendapat yang bertolak belakang," ujar penerus Mañalich, Dr Enrique Paris, yang merupakan mantan Kepala Serikat Medis Chili.

Sebelumnya, Covid-19 telah merenggut sebanyak 3.101 nyawa di Chili, di sisi lain dicurigai jumlah tersebut bukanlah data yang sesungguhnya. 

Sebuah penyelidikan menemukan pada hari Jumat lalu bahwa menurut data Kementerian Kesehatan Chili yang tidak dipublikasikan, lebih dari 5.000 orang telah meninggal dalam jumlah akumulatif, sesuai pedoman Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Menurut data Worldometers, Minggu (14/6), jumlah kasus Covid-19 sebanyak 167.355 orang, sementara yang pulih sebanyak 137.296 orang dan yang meninggal dunia 3101 orang.

Komentar