Dr Piprim Mengaku Dipecat Menkes, Dunia Dokter Anak Berguncang
Perang Kolegium Kini Meledak Terbuka
ASKARA - Dokter konsultan jantung anak senior sekaligus Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA, menyampaikan kabar mengejutkan. Melalui unggahan di Instagram, dr Piprim mengaku dipecat oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin.
Dalam pernyataannya, dr Piprim menyampaikan permohonan maaf kepada pasien, murid, serta mahasiswa yang selama ini berada dalam pendampingannya, khususnya di RSCM.
"Kepada seluruh pasien-pasien saya khususnya di RSCM, murid-murid saya, mahasiswa saya… saya mohon maaf sebesar-besarnya karena saya tidak lagi bisa mendampingi kalian-kalian," ujar dr Piprim, ditungkil Senin (16/2).
dr Piprim juga mengungkap bahwa sebelum pemecatan, dirinya disebut telah lebih dulu mengalami mutasi secara paksa. Ia mengaku dipanggil oleh seorang senior yang ia hormati, Prof Rinawati, yang menurutnya memberi peringatan terkait sikapnya.
"Dua bulan sebelum saya dimutasi secara paksa… saya dipanggil oleh senior saya yang menyayangi saya, Profesor Rinawati Roswanto. Saya dikatakan, ‘Piprim kamu kalau tidak mau kooperasi dengan kolegium bentukannya, oke kamu akan dimutasi’," kata dr Piprim.
Menurut dr Piprim, konflik itu berkaitan dengan sikap IDAI yang memperjuangkan agar kolegium tetap berdiri independen dan tidak berada di bawah kendali langsung Kementerian Kesehatan.
"Kami pada saat itu memperjuangkan independensi kolegium dan menolak kolegium itu ada di bawah Menteri Kesehatan," ujarnya.
dr Piprim menegaskan, perjuangan tersebut disebutnya selaras dengan putusan Mahkamah Konstitusi yang menekankan kolegium harus independen.
"Perjuangan IDAI inilah yang kemudian ternyata dibenarkan oleh amar keputusan Mahkamah Konstitusi yang menyebutkan kolegium harus independen," ucapnya.
Ia menilai, sikapnya bersama rekan-rekan di IDAI serta sejumlah guru besar yang memperjuangkan independensi kolegium berujung pada tindakan administratif berupa mutasi paksa, hingga pemecatan.
"Perjuangan saya dan teman-teman di IDAI… berujung pada mutasi paksa. Karena saya menolak mutasi… kemudian saya dipecat oleh Bapak Menteri Kesehatan," ungkap dr Piprim.
Di akhir pernyataannya, dr Piprim kembali meminta maaf kepada pasien dan murid-muridnya, seraya menyatakan akan tetap berjuang di tempat lain demi kesehatan anak Indonesia.
"Mohon maaf sekali lagi… semoga anak-anak Indonesia tetap sehat dan saya tetap bisa berjuang di tempat lain," tutupnya.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari Kementerian Kesehatan terkait klaim dr Piprim tersebut.

Komentar