Gus Mus Dukung Keras Permohonan Susi Pudjiastuti Soal Illegal Fishing
ASKARA - Munculnya kembali praktik pencurian ikan atau illegal, unreported and unregulated fishing (IUUF) yang dilakukan kapal asing di Perairan Indonesia membuat resah.
Termasuk bagi mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Dia meminta Presiden Joko Widodo melarang penggunaan alat tangkap ikan yang tak ramah lingkungan dan mencegah illegal fishing oleh kapal asing di Perairan Indonesia.
Ulama Nahdlatul Ulama Ahmad Mustofa Bisri atau karib disapa Gus Mus mengaku sependapat dengan Susi Pudjiastuti. Tujuannya agar sumber daya perikanan Indonesia tetap terjaga.
"Tak ada kaitannya dengan kepentingan politik apa pun. Kecuali peduli terhadap lingkungan hidup," tulis Gus Mus dalam Instagram @s.kakung, Sabtu (13/6).
Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Rembang itu sekaligus mendukung permintaan Susi Pudjiastuti. Dukungan dibuktikan dengan menunjukkan potongan sebuah pemberitaan tentang illegal fishing.
"Bila aku sepenuh hati dan lillah mendukung permohonan Ibu Susi kepada Presiden @jokowi seperti termuat di berita ini. Tapi, siapalah aku," kata Gus Mus.
Susi Pudjiastuti mengingatkan bahwa perikanan adalah jenis sumber daya terbarukan (renewable resource) dan milik generasi yang akan datang. Karenanya, dia memohon Presiden Jokowi konsisten memberantas illegal fishing dan penggunaan alat tangkap berbahaya.
"Saya mohon dengan semua kerendahan hati, segala kekhawatiran, memohon pak presiden bisa mengatakan tidak untuk IUU Fishing," katanya.
"Gerakkan semua instrumen di bawah kepemimpinan beliau untuk mencegah kembalinya kapal asing, mencegah kembalinya alat tangkap yang tidak ramah lingkungan," tambah Susi Pudjiastuti.

Komentar