Ketika Susi Pudjiastuti Mengeluh Maskapainya Tidak Terbang, Cari Usaha Baru?
ASKARA - Tidak terhindari, pandemi virus corona (Covid-19) memukul sektor penerbangan, seperti yang dialami pemilik Susi Air, Susi Pudjiastuti. Maskapainya tidak pernah mengudara semenjak wabah virus corona melanda Tanah Air.
"Susi Air 2 bulan nol penerbanganya. Kita cuma ada penerbangan ke Jakarta untuk urusan logistik aja," ujar Susi Pudjiastuti, dalam dialog online bersama BNPB di Jakarta, Jumat (12/6).
Sementara, belum ada ketetapan dari pemerintah mengenai BPKB dan STNK pesawat yang harus diperpanjang, serta surat-surat pilot yang masih perlu diurusnya.
"Hari ini Security Clearance ada 24 orang mesti dibayar Rp 8 juta. Itu setiap tiga bulan. Tapi penerbangan tidak sama sekali," keluh Susi.
Berbicara mengenai dampak ekonomi dinilainya situasi saat ini, menjadi pengalaman terberat sepanjang perjalanan bisnisnya.
"Saya pikir ekonomi tersulit dalam hidup usaha saya. Dalam hidup saya bekerja dan usaha kali ini bukan sulit lagi nihil," ucap Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2014-2019.
Sehingga maskapainya harus menutup banyak cabang di sejumlah wilayah Indonesia dan merumahkan banyak karyawan. Tentu dengan berharap keadaan bisa segera pulih kembali.
"Kalau tidak kembali kan harus tutup. Kalau saya bertahan tetap sehat ya harus. Recovery apakah akan tetap membantu? Kita harus cari skenario baru. Mungkin usaha baru," tandasnya. Pemerintah menurutnya, perlu mengupayakan penyelamatan maskapai nasional.

Komentar