Kamis, 11 Juni 2026 | 12:01
NEWS

25 Persen Masjid di Jakarta Belum Berani Selenggarakan Salat Jumat

25 Persen Masjid di Jakarta Belum Berani Selenggarakan Salat Jumat
Salat Jumat (Dok Shutterstock.com)

ASKARA - Jaringan Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (JPRMI) DKI Jakarta melakukan pendataan perihal pelaksanaan salat Jumat di berbagai masjid pada pekan lalu. Hasilnya sebagian besar masjid di Ibu Kota telah menggelar salat Jumat. 

Ketua Jaringan Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (JPRMI) DKI Jakarta, Henda Yusamtha mengatakan, pendataan ini juga disertakan dengan foto situasi lingkungan sejumlah masjid yang berada di wilayah Jakarta. 

"Kita mengambil sampel dari beberapa teman-teman perihal pelaksanaan salat Jumat pekan lalu. Kita mintakan foto, diinfokan pelaksanaanya secara garis besar itu 75 persen melaksanakan," ujarnya dalam sambungan digital dari BNPB, Jakarta, Kamis (11/6).

Sementara pihaknya mencatat sebanyak 25 persen masjid di Jakarta belum bersedia menggelar ibadah salat Jumat, dengan berbagai faktor keamanan dan keselamatan jamaah. 

"Mereka sampaikan ketidaksiapan informasinya mendadak. Kemudian alasan keamanan contoh di Muhajirin Pondok Kopi mereka khawatir di zona merah daerah keramaian. DKM dan pengurus belum memutuskan," tuturnya. 

Henda menyampaikan, sebagian besar jamaah yang melaksanakan salat Jumat telah mematuhi prorokol kesehatan pemerintah, yang telah berlaku selama penanggulangan pandemi Covid-19.

"Dari seluruh laporan ke kami jamaah jaga jarak, dan pakai masker dilaksanakan," bebernya. 

Adapun beberapa faktor yang masih ditemukan di lapangan yaitu penerapan pengukur suhu tubuh sebelum memasuki masjid dan belum adanya hand sanitizer. 

"Ada dua faktor mungkin belum seluruhnya, yang pertama faktor pengukuran suhu tubuh sebelum masuk masjid. Thermogun-nya belum punya. Kedua faktor hand sanitizer," jelasnya. 

Bahkan berdasar laporan yang diterimanya terjadi antrean panjang karena jamaah harus dicek suhu tubuhnya. Adapula masjid yang sudah tidak bisa menampung jamaah. 

"Di suatu masjid harus antre panjang karena thermogun-nya cuma satu. Kita melihat fotonya waduh jadi kerumunan. Faktor lain di beberapa masjid sampai menolak jemaah karena sudah terlalu penuh," tandasnya. 

 

Komentar