Kamis, 04 Juni 2026 | 08:25
NEWS

Salat Jumat Dilarang, Israel Kunci Al-Aqsa di Tengah Ancaman

Salat Jumat Dilarang, Israel Kunci Al-Aqsa di Tengah Ancaman
Masjid Al-Aqsa (Dok Pixabay)

ASKARA - Ketegangan keamanan di Timur Tengah berdampak langsung pada kehidupan keagamaan di Yerusalem. Otoritas Israel menutup seluruh situs suci di kawasan Kota Tua Yerusalem dan melarang pelaksanaan salat Jumat di kompleks Masjid Al-Aqsa.

Kebijakan tersebut diumumkan oleh administrasi sipil Israel sebagai langkah keamanan darurat di tengah meningkatnya ancaman dan eskalasi konflik di kawasan. Penutupan ini berlaku untuk seluruh rumah ibadah utama di Kota Tua, termasuk kompleks Masjid Al-Aqsa yang selama ini menjadi pusat ibadah umat Muslim.

Selain Al-Aqsa, sejumlah situs keagamaan lain juga ikut ditutup, termasuk Western Wall dan Church of the Holy Sepulchre, yang merupakan tempat suci bagi umat Yahudi dan Kristen.

Keputusan tersebut berdampak besar karena terjadi pada bulan Ramadan, ketika puluhan ribu umat Muslim biasanya memadati kompleks Al-Aqsa Mosque untuk melaksanakan salat Jumat.

Penutupan ini juga membuat kawasan Old City of Jerusalem berada di bawah pengamanan ketat. Aparat keamanan Israel dilaporkan membatasi akses masuk ke wilayah tersebut dan hanya mengizinkan sebagian kecil warga lokal melintas.

Langkah Israel tersebut memicu kekhawatiran berbagai pihak karena dinilai dapat memperburuk ketegangan di kawasan yang sejak lama menjadi titik sensitif konflik agama dan politik.

Sejumlah pengamat menilai, pembatasan akses ibadah di situs suci dapat memperdalam ketegangan antara Israel dan Palestina, terutama di tengah situasi keamanan yang semakin tidak stabil di Timur Tengah.

Hingga saat ini, status keamanan di Yerusalem masih berada dalam siaga tinggi, sementara perkembangan situasi di kawasan terus dipantau oleh komunitas internasional.

Komentar