Rabu, 17 Juni 2026 | 17:12
NEWS

Antrean Penumpang KRL Lebih Kondusif, Begini Kata PT Dirut KCI

Antrean Penumpang KRL Lebih Kondusif, Begini Kata PT Dirut KCI
KRL ( Bisnis/Himawan L Nugraha)

ASKARA - PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mencatat jumlah penumpang KRL mencapai 279.737 orang pada hari Selasa (9/6) kemarin.

Jumlah tersebut cenderung lebih sedikit dibandingkan Senin 8 Juni 2020, hari pertama penetapan PSBB transisi, yakni sebanyak 300.029 orang.

Direktur Utama PT KCI, Wiwik Widayanti mengatakan, antrean pengguna masih terjadi terutama di sejumlah stasiun dengan volume pengguna tertinggi dan menjadi titik keberangkatan orang pada pagi maupun sore hari. 

Meskipun begitu, Wiwik meyakini bahwa antrean semakin menurun seiring pengguna memahami peraturan yang ditetapkan, seperti halnya hari ini, Rabu (10/6).

"Namun pengguna semakin tertib dan semakin memahami pentingnya mengikuti aturan yang ada agar selama perjalanan tetap dapat menjaga jarak aman. Pada Rabu pagi ini situasi di seluruh stasiun terpantau tetap kondusif. Kami ucapkan terima kasih atas kerja sama yang baik dari para pengguna KRL," Wiwik, Rabu (10/6).

Wiwik menekankan, pihaknya akan terus memaksimalkan upaya menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di KRL Commuter Jabodetabek. 

Seluruh pengguna tetap diwajibkan menggunakan masker dan disarankan melengkapi dengan pelindung wajah (face shield). Menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Direktur Jenderal Perkeretaapian nomor 14 tahun 2020 pengguna juga disarankan menggunakan pakaian lengan panjang atau jaket. 

Penumang KRL juga wajib mengikuti pengukuran suhu tubuh, dan mencuci tangan menggunakan sabun dan membasuhnya dengan air mengalir sebelum maupun sesudah naik KRL. 

“Kini wastaftel tambahan selain yang ada di dalam toilet sudah tersedia di seluruh stasiun KRL Jabodetabek. Bahkan jumlahnya masih akan kami tambah,” lanjut Wiwik. 

Selain itu marka dan penanda jalur untuk antrean dan posisi berdiri juga terus dilengkapi baik di stasiun maupun di dalam KRL agar pengguna dapat antre dengan tertib dan tetap menjaga jarak. Dukungan personel dari TNI, Polri, dan pemerintahan setempat juga mendukung untuk menjaga ketertiban di stasiun.

Komentar