Sandiaga Uno Tak Percaya Pandemi Covid-19 Sebuah Konspirasi
ASKARA - Sebagian masyarakat mempercayai pandemi virus corona (Covid-19) sebuah teori konspirasi yang merupakan permainan para elite global. Meski minim bukti, ada yang menyebutkan virus corona sengaja dibuat negara tertentu.
Pengusaha dan politikus Partai Gerindra, Sandiaga Salahuddin Uno tidak sepakat bahwa pandemi Covid-19 merupakan konspirasi. Sebab ketika musibah bencana non alam ini melanda telah banyak merenggut para sahabatnya.
"Bukan hanya di sini ya di negara lain ada yang percaya bahwa Covid-19 ini akal akalan saja. Tapi saya sudah kehilangan beberapa kerabat dekat saya," ujar Sandiaga melalui diskusi virtual, Senin (8/6).
Sandi sapaan akrabnya kehilangan seorang sahabatnya yaitu mantan perenang nasional Lukman Niode yang meninggal dunia di Rumah Sakit Pelni, Jakarta. Akibat terinfeksi Covid-19 pada Jumat (17/4) lalu.
Kepergian Lukman Niode meninggalkan luka mendalam baginya dan menjadikan kehilangan terbesar bagi dunia renang Indonesia karena sumbangsihnya pada dunia olahraga, khususnya renang di Indonesia.
"Saya sudah kehilangan yang sudah saya anggap sebagai saudara sendiri Niode, seorang atlet yang sangat kuat atlet renang nasional pernah membawa Indonesia ke Olimpiade tumbang," tutur Sandi.
Selam itu, masih teringat dalam pikirannya kepergian Wali Kota Tanjungpinang Syahrul. Kala itu masih dirawat intensif di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Raja Ahmad Thabib. Namun dikabarkan meninggal dunia pukul 16.45 WIB, Selasa (28/4).
"Saya lihat Wali Kota Tanjungpinang Syahrul tumbang juga. karena dekat dengan saya itu tidak masuk teori konsipirasinya ini. Saya sendiri tidak percaya ini (Covid-19) teori konspirasi," ucap Sandi.
Kendati demikian, menurutnya ada beberapa indikasi terutama mengenai ekonomi yang mengarah terhadap teori konspirasi. Seperti penguatan isu produk yang menguntungkan segelintir pihak.
"Misalnya perusahan memang lebih tidak buruk atau dalam keadaan harus di rescue. Tapi begitu ada Covid-19 mereka punya cara berlindung di balik Covid-19, saya melihat itu juga," imbuhnya.
Namun mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu kembali menegaskan tidak percaya fenomena saat ini merupakan konspirasi. "Dari segi konspirasi yang sangat luas pandangan saya tidak," tandasnya.

Komentar