Rabu, 22 Juli 2026 | 19:08
COMMUNITY

Sandiaga Uno Dorong Generasi Muda Jadi Wirausahawan Sejati

Sandiaga Uno Dorong Generasi Muda Jadi Wirausahawan Sejati
Sandiaga Uno ketika menjadi pembicara dalam forum Meet The Leaders yang diselenggarakan oleh Universitas Paramadina di Auditorium Benny Subianto, Trinity Tower, Kampus Kuningan, Jakarta. (Dok Askara)

ASKARA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI periode 2020–2024, Sandiaga Salahuddin Uno, tampil sebagai pembicara tunggal dalam forum Meet The Leaders yang diselenggarakan oleh Universitas Paramadina di Auditorium Benny Subianto, Trinity Tower, Kampus Kuningan, Jakarta. Acara yang berlangsung interaktif tersebut dibuka oleh Hendro Martowardojo, Ketua Umum Yayasan Wakaf Paramadina, dan dipandu oleh Wijayanto Samirin sebagai moderator.

Dalam paparannya, Sandiaga menyoroti pentingnya membentuk generasi muda dengan pola pikir wirausaha sejati — bukan sekadar pelaku usaha karena keterpaksaan. Menurutnya, rasio wirausaha Indonesia yang masih sekitar 3,5 persen belum menunjukkan peningkatan signifikan. “Banyak pelaku UMKM berwirausaha karena keadaan, bukan karena pilihan sadar. Padahal, kewirausahaan adalah karier terhormat yang bisa memperkuat ekonomi nasional,” ujar Sandiaga.

Sandiaga yang juga menjabat Bendahara Umum Yayasan Wakaf Paramadina itu menjelaskan bahwa wirausaha masa kini harus memiliki tiga pola pikir utama: inovatif, adaptif, dan kolaboratif. “Inovasi berarti melihat peluang di setiap tantangan, adaptasi menuntut keberanian untuk berubah, dan kolaborasi adalah kekuatan untuk tumbuh bersama,” tegasnya. Ia menambahkan, bonus demografi yang dimiliki Indonesia hanya akan berdampak positif jika disertai bonus inovasi dan kolaborasi.

Lebih lanjut, Sandiaga memaparkan empat kunci ketahanan dalam menghadapi perubahan dunia yang cepat, yaitu sense (kepekaan), agility (ketangkasan), strive (semangat juang), serta kemampuan membangun bisnis yang tangguh dan fleksibel. “Sense itu peka terhadap nilai sosial, bukan ‘flexing’. Agility adalah kemampuan beradaptasi cepat, dan strive berarti pantang menyerah,” jelasnya di hadapan ratusan mahasiswa dan peserta forum.

Sandiaga juga menyoroti peran penting teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam dunia bisnis modern. Ia membagikan pengalamannya menggunakan AI untuk membuat materi promosi yang meningkatkan penjualan hingga 40 persen. “AI bisa jadi katalis luar biasa untuk produktivitas, tapi penggunaannya harus bijak dan disertai pemahaman yang mendalam,” katanya.

Menutup sesi, Sandiaga menekankan pentingnya gerakan nasional “Bangga Produk Lokal” sebagai bentuk dukungan terhadap industri kreatif dalam negeri. Ia mencontohkan kesuksesan sepatu lokal yang menembus Paris Fashion Week sebagai bukti kualitas produk Indonesia mampu bersaing secara global. “Bonus demografi tidak bertahan selamanya. Jika gagal dikelola, bisa menjadi bencana. Karena itu, pengembangan kewirausahaan dan keterampilan generasi muda adalah kunci menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya disambut tepuk tangan peserta.

Komentar