Rabu, 17 Juni 2026 | 17:10
NEWS

Pengunjung Dibatasi, Pendapatan Mal dan Tenant Juga Terbatas

Pengunjung Dibatasi, Pendapatan Mal dan Tenant Juga Terbatas
Mal Thamrin City (Dok Tribunnews)

ASKARA - Jelang pembukaan mal dengan penerapan protokol kesehatan pada 15 Juni mendatang, Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Jakarta mengimbau sejumlah hal kepada para pengelola mal.

Ketua APPBI DKI Jakarta Ellen Hidayat mengatakan, pihaknya telah mengimbau agar para pengelola mal untuk memberitahukan kepada para tenant atau retailer tentang rencana tersebut.

"Agar para tenant dapat menyiapkan karyawan dan juga produk yang akan dijual. Di mana para retailer juga harus mengikuti protokoler kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah berdasarkan jenis usahanya," ujar Ellen, Minggu (7/6).

Selain itu, APPBI menekankan kepada pengelola mal terkait pembatasan kapasitas pengunjung menjadi 50 persen pada saat masa transisi fase I ini. 

"Pembatasan ini terutamanya untuk menjaga kesehatan publik bisa diterima dengan baik oleh para pengelola pusat belanja, karena dengan adanya masa transisi ini diharapkan Covid-19 di DKI segera dapat turun," tutur dia.

Aturan maksimal kapasitas 50 persen ini, lanjut Ellen, akan berdampak terhadap pendapatan para retailer atau tenant dari biasanya. "Secara logika saja bila pengunjungnya berkurang maka tentunya pendapatan akan berkurang. Karena pendapatan para tenant adalah dari traffic pengunjung. Demikian pula jumlah karyawan juga akan berkurang sekitar 50 persen pada tahap awal dibukanya pusat belanja," tuturnya.

Ellen memberi contoh, pusat belanja dengan luas 65.000 m2 akan menyerap tenaga kerja dari para retailer atau tenant dan juga karyawan pusat belanja beserta outsourcingnya sebanyak kurang lebih 3.500 karyawan. 50 persen karyawan lainnya harus bersabar dapat bisa kembali bekerja.

"Saat transisi fase I ini, daya serap karyawan paling banyak juga sekitar 50 persen artinya ada sekitar 50 persen karyawan yang harus bersabar untuk dipekerjakan kembali bilamana keadaan sudah membaik. Ini butuh waktu juga," ujarnya.

Dampak keganasan Covid-19, tambah Ellen, telah menimpa semua lini bisnis termasuk pengelola pusat belanja, dimana secara finansial kedua pihak baik pengelola mal maupun tenant juga tidak mendapatkan income sama sekali, bahkan berakhir juga dengan pengurangan tenaga kerja, dimana banyak bisnis lainnya yang terkait dengan pusat belanja juga tidak bergerak. 

 

Komentar