Rabu, 17 Juni 2026 | 16:54
NEWS

Alhamdulillah, Pasien Positif Covid-19 di Blitar Tinggal Dua Orang

Alhamdulillah, Pasien Positif Covid-19 di Blitar Tinggal Dua Orang

ASKARA - Jumlah pasien positif virus corona (Covid-19) di Kota dan Kabupaten Blitar kini hanya menyisakan dua orang saja. 

Sebelumnya, terdapat tiga pasien di Kota Blitar dan 10 di Kabupaten Blitar.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Blitar Krisna Yekti menyampaikan, dari total 10 pasien positif di Kabupaten Blitar dilaporkan enam orang sudah sembuh, tiga meninggal dunia dan satu dalam masa observasi.

Satu pasien positif di Kabupaten Blitar saat ini tidak dirawat di rumah sakit karena berada dalam kondisi sangat baik. 

"Kondisi pasien positif ini sangat baik. Dia menjalani isolasi mandiri di rumah. Data dari gugus tugas menyebutkan di Kabupaten Blitar dari total 10 pasien positif, tiga meninggal dunia, enam dinyatakan sembuh, dan satu dalam masa observasi. Ini artinya tidak ada penambahan pasien positif baru di Kabupaten Blitar," jelas Krisna Yekti, Rabu (3/6).

Data terkini pasien sembuh adalah seorang pria berusia 42 tahun yang dinyatakan positif Covid-19 sejak 14 Mei lalu setelah mengikuti tes swab. Pria asal Kecamatan Sanankulon itu kemudian dirawat di RSUD Mardi Waluyo dan dinyatakan negatif pada 2 Juni kemarin.

Di Kota Blitar, dilaporkan satu pasien pria berusia 18 tahun warga negara Malaysia yang menjadi santri di Pondok Pesantren Temboro, Magetan dinyatakan positif setelah pulang ke rumah kerabatnya di Kelurahan Tanjungsari, Kota Blitar.

"Beberapa waktu kemarin hasil swab follow up ketiga sudah keluar dengan hasil swab yang masih positif. Swab follow up keempat sudah dilakukan pada 2 Juni kemarin dan hasilnya kita masih tunggu," jelas Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Blitar Didik Djumianto. 

Sementara, untuk dua pasien positif lainnya di Kota Blitar telah dinyatakan sembuh. Pasien pertama adalah seorang dokter warga Yogyakarta yang berdomisili di Kelurahan Kauman, Kota Blitar. Kemudian seorang warga Kelurahan Tanjungsari yang berasal dari klaster pelatihan calon petugas haji Asrama Haji Sukolilo, Surabaya.

Komentar