Rabu, 17 Juni 2026 | 18:28
NEWS

AS Darurat, Orang Kulit Berwarna Dihantui Rasisme Struktural

AS Darurat, Orang Kulit Berwarna Dihantui Rasisme Struktural
Tangkapan layar video demonstran di Gedung Putih (Istimewa)

ASKARA - Seorang polisi di Minneapolis, Negara Bagian Amerika Serikat bernama Derek Chauvin, bersama ketiga rekannya terancam hukuman penjara selama 25 tahun lantaran diduga membunuh seorang pria bernama George Floyd.

Dalam video yang tersebar di media sosial, perlakuan Chauvin membuat masyarakat dunia marah. Dia mencekik Floyd dengan lututnya hingga tidak mampu bernafas dan meninggal dunia. 

Floyd ditangkap dan dicekik lantaran diduga berbelanja dengan menggunakan uang palsu. 

Saat ini, hastag "Amerika" menjadi trending topic di Twitter dengan jumlah postingan netizen hingga 78 ribu tweet. 

Salah satu netizen @revolutia mengunggah video para demonstran yang menentang rasisme atas kejadian kematian Floyd, dalam video tersebut ratusan demonstran di New York nampak melempar mobil dengan bebatuan dan properti unjuk rasa lainnya, kemudian mobil kepolisian AS pun malah menabrak para demonstran tersebut. 

Dalam keterangan postingannya tidak ada korban yang dari penabrakan para demonstran tersebut.

Walikota New York, Bi de Blasio menyampaikan, aksi demonstrasi yang terjadi di wilayahnya tersebut merupakan luapan perasaan warga atas rasisme yang terjadi antara Afrika-Amerika selama ini. 

"Rasisme struktural menghantui kehidupan orang-orang kulit berwarna. Apa yang kami lihat merupakan luapan akibat ketidakadilan selama beberapa dekade," ungkapnya, dalam akun Twitter-nya yang dikutip Askara, Minggu (31/5).

"Saya melihat hak istimewa saya sendiri, dan mengerti. Saya cukup tahu untuk mengatakan bahwa komunitas hitam setiap hari diliputi oleh rasisme. Kami akan melakukan yang lebih baik," lanjutnya.

Selain itu, para demonstran pro Floyd juga melakukan aksi unjuk rasa juga terjadi di Atlanta hingga Gedung Putih AS.

Berdasarkan video yang tersebar dan diterima Askara, nampak ratusan demonstran menggeruduk kawasan dan halaman Gedung Putih, bahkan aparat setempat nampak tidak dapat membendung luapan amarah para demonstran yang memecahkan kaca jendela Gedung Putih.

USA Today, dalam laporannya menyebutkan bahwa para agen secret service telah menangkap salah satu demonstran di halaman Gedung Putih, atas aksi tersebut, kini Gedung Putih di-lockdown dan berstatus dalam kondisi siaga tinggi.

Presiden AS, Donald Trump pun menyinggung kinerja Walikota Minneapolis, Jacob Frey dari partai Demokrat yang dinilai lemah dalam menindaklanjuti kejadian pembunuhan terhadap Floyd.

"Garda Nasional telah dikerahkan di Minneapolis untuk melakukan pekerjaan yang tidak bisa dilakukan oleh Walikota Demokrat (Jacob Frey). Seharusnya bisa memanfaatkan dua hari yang lalu, agar tidak ada kerusakan, dan kepolisian tidak ambil alih, kerja bagus oleh Garda Nasional. Tidak ada permainan," tulis Trump dalam akun Twitter-nya sesaat lalu, Minggu (31/5). 

Chauvin sebagai penyebab kerusuhan dan pencuat kentalnya rasisme akibat tindakannya tersebut, kini tidak hanya mendapatkan hukuman dipecat dan terancam dipenjara, namun juga dicerai sang istri, Kellie Cauvin.

Pernyataan Kellie melalui pengacaranya itu di posting reporter WCCO-TV Esme Murphy dalam akun Twitter-nya, Sabtu kemarin (30/5).

"Kellie menyampaikan rasa simpati sedalam-dalamnya kepada keluarga Floyd dan orang-orang dicintainya. Semua berduka atas kejadian yang terjadi pada 25 Mei. Sementara Ia meminta keamanan dan privasi untuk keluarganya. Dia (Kellie) telah mengajukan penceraian atas pernikahannya dengan Derek Chauvin," tulis Kellie, dalam surat pernyataan keluarga Kellie Chauvin dan keluarganya. 

Komentar