Kapal Induk USS Abraham Lincoln Kabur dari kawasan Teluk
ASKARA - Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Angkatan Laut Iran mengklaim telah menembakkan rudal dari pantai ke laut yang menargetkan kapal induk milik Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, di kawasan Teluk.
Dalam pernyataan resmi yang dipublikasikan melalui situs militer Iran pada Jumat, pihak Angkatan Laut Iran menyebut rudal tersebut diluncurkan sebagai bagian dari respons terhadap meningkatnya ketegangan militer di kawasan tersebut.
Pengumuman ini muncul sehari setelah Iran juga mengklaim bahwa drone miliknya telah menyerang kapal induk USS Abraham Lincoln. Namun, klaim tersebut langsung dibantah pejabat Amerika Serikat yang menyatakan tidak ada bukti bahwa kapal tersebut terkena serangan.
Sementara itu, konflik semakin memanas setelah militer Israel mengumumkan serangkaian serangan besar-besaran ke wilayah barat Iran. Israel Defense Forces (IDF) menyatakan telah menghantam lebih dari 400 target militer dalam satu hari operasi.
Target serangan tersebut mencakup peluncur rudal balistik, fasilitas penyimpanan drone, serta sejumlah infrastruktur militer lainnya. Dalam keterangannya, militer Israel juga menyebut Angkatan Udara Israel telah menjatuhkan lebih dari 6.500 bom di Iran sejak konflik dimulai.
Secara keseluruhan, sekitar 2.500 misi penerbangan tempur telah dilakukan dalam 150 gelombang serangan. Operasi militer tersebut kini disebut memasuki fase baru dengan perluasan target serangan, termasuk di ibu kota Tehran serta fasilitas produksi senjata di berbagai wilayah Iran.
Di sisi lain, perwakilan Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa, Amir Saeid Iravani, menyatakan bahwa serangan udara yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel telah menimbulkan korban besar di kalangan warga sipil.
Menurutnya, sedikitnya 1.332 warga sipil Iran, termasuk perempuan dan anak-anak, dilaporkan tewas, sementara ribuan lainnya mengalami luka-luka akibat serangan udara tersebut.
Iravani juga mengungkapkan bahwa lebih dari 180 anak di berbagai wilayah Iran telah meninggal dunia, serta lebih dari 20 sekolah mengalami kerusakan akibat serangan. Data tersebut merujuk pada laporan dari Iranian Red Crescent Society.
Ia menuduh Amerika Serikat dan Israel secara sengaja menargetkan warga sipil serta infrastruktur sipil di berbagai kota di Iran.
“Serangan terhadap kawasan pemukiman padat penduduk dan fasilitas sipil penting menunjukkan bahwa mereka tidak memiliki batasan dalam melakukan kejahatan perang,” kata Iravani kepada wartawan di markas besar PBB di New York.
Lebih lanjut, ia menyebut sedikitnya 13 fasilitas kesehatan di Iran telah diserang sejak konflik berlangsung. Selain itu, sejumlah fasilitas olahraga dan rekreasi sipil di Tehran dan kota-kota lainnya juga dilaporkan menjadi sasaran serangan pada Kamis lalu.
Dalam serangan tersebut, lebih dari 18 atlet perempuan dilaporkan tewas dan sekitar 100 orang lainnya mengalami luka-luka.
Situasi ini semakin mempertegang dinamika keamanan di Timur Tengah dan memicu kekhawatiran komunitas internasional terhadap kemungkinan eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan tersebut.

Komentar