Pemerintah Gagal Cegah Warga Mudik
ASKARA - Meski pemerintah telah melarang masyarakat mudik, namun masih banyak yang nekat mudik kampung halaman mereka.
Menurut informasi dari Dinas Perhubungan Jawa Tengah, sebanyak 897.713 orang mudik telah memasuki Jawa Tengah.
Alasan pemudik yang datang ke Jawa Tengah sebesar 897.713 orang, terbanyak karena usaha sepi, yakni 399.812 orang (45 persen).
Walaupun sudah ada upaya Pemprov Jawa Tengah untuk membantu memberikan sembako bagi warga yang bekerja di sektor informal yang bermukim di Jabodetabek yang ber-KTP Jawa Tengah.
"Ternyata kurang bisa banyak membantu untuk menurunkan pergerakan mobilitas untuk tetap tidak melakukan aktivitas mudik," ujar pengamat transportasi Djoko Setijowarno dalam keterangannya, Selasa (26/5).
Aparat Kepolisian sudah semaksimal mungkin melakukan penyekatan di jalan raya untuk mencegah warga yang mudik menggunakan kendaraan bermotor.
Namun, ikhtiar warga untuk memaksa mudik menggunakan sepeda motor memang tidak dapat dibendung melalui jalan-jalan tikus. Tidak taat aturan dan tidak membawa surat keterangan sehat.
"Upaya pemerintah untuk mencegah warga Jabodetabek tidak melakukan mudik mengalami kegagalan," kata Djoko.
Padahal cukup ketat pengawasan di terminal bus, stasiun, pelabuhan penyebrangan dan bandara udara. Selain keterbatasan personel untuk melakukan pencegahan juga tingkat kesadaran masyarakat masih sangat rendah terhadap bahaya penyeberan virus vorona di masa pandemi ini.
Dampak mudik yang dipaksakan oleh sebagian warga yang kurang memahami kesehatan dirinya, keluarganya dan lingkungannya, bisa jadi potensi terjadi penyebaran virus corona ke daerah.
"Harapan kita bersama, semoga penyebaran virus corona tidak banyak beralih ke daerah," tandasnya.

Komentar