Senin, 15 Juni 2026 | 01:06
NEWS

Soal Konsistensi Hadapi Covid-19, Pemerintah Akui Belum Punya Pengalaman

Soal Konsistensi Hadapi Covid-19, Pemerintah Akui Belum Punya Pengalaman
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan melakukan telekonferensi bersama sejumlah rektor perguruan tinggi. (Kemenkomarves)

ASKARA - Keamanan dan keselamatan serta kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia menjadi tujuan pemerintah di balik setiap kebijakan yang diputuskan dalam penanganan pandemi Covid-19. 

Setiap kebijakannya dikeluarkan dengan kajian yang cermat dan mendalam serta berhati-hati.

Hal itu disampaikan Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan menanggapi pandangan publik bahwa pemerintah mengeluarkan kebijakan yang tidak konsisten seperti wacana pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar.

"Pemerintah bukannya tidak konsisten dan berubah-ubah tetapi dinamika Covid-19 harus disesuaikan karena kita belum ada pengalaman dan perlu kehatian-hatian dalam mengambil keputusan. Berdamai dengan covid esensinya benar karena menurut WHO, Covid-19 ini tidak akan habis sebelum ada vaksinnya," jelas Luhut melalui telekonferensi bersama sejumlah rektor perguruan tinggi, Rabu (20/5).

"Berdamai itu maksudnya adalah tetap patuh terhadap protokol kesehatan. Pola hidup masyarakat pun harus banyak berubah, harus berpola hidup lebih bersih dan lebih sehat. Saya mohon ini benar-benar disosialisasikan, terutama kepada para mahasiswa untuk disampaikan kepada masyarakat," sambung Luhut.  

Dia menuturkan, meskipun grafik Covid-19 cenderung menunjukkan penurunan di beberapa negara, namun terdapat beberapa titik baru yang bermunculan. Bahkan Luhut menyebut dalam riset juga menunjukkan adanya gelombang ke dua.

"Oleh karena itu, Indonesia juga perlu waspada dengan gelombang ke dua dan masyarakat tetap disiplin dalam melaksanakan PSBB dan protokol kesehatan yang ada. Kita wajib memberikan pemahaman kepada masyarakat, ini penting sekali," ujarnya.

Selain itu, Luhut juga mengajak para rektor untuk menyosialisasikan program pemerintah dalam menghadapi Covid-19. Serta fokus pada berbagai strategi sebagai pemulihan perekonomian masyarakat yang paling terdampak pandemi.

"Fokus pemerintah dalam penanganan Covid-19 terbagi menjadi dua yaitu segi kuratif seperti pembangunan rumah sakit darurat, alokasi dana pemerintah pusat dan daerah, dan alat pelindung diri. Kemudian dari segi preventif dan promotif dapat dilakukan melalui upaya seperti diseminasi informasi terkait promosi kesehatan melalui media sosial dan media massa, alokasi anggaran promosi kesehatan, pengawasan aktif, dan upaya kesehatan masyarakat," paparnya.

Luhut menambahkan, Presiden Joko Widodo juga akan meluncurkan produk kontribusi konsorsium riset dan inovasi Covid-19, seperti halnya APD dan alat kesehatan lainnya dari universitas-universitas yang ada di Indonesia.

"Presiden telah memerintahkan untuk menggunakan produk dalam negeri sebanyak mungkin dan kita dorong ilmunya dari para mahasiswa Indonesia yang tersebar di berbagai universitas di Indonesia. Saat ini kita harus siap untuk kehidupan baru atau new normal dengan membiasakan diri menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak guna mengurangi penyebaran virus ini," demikian Luhut.

Komentar