Pemimpin Perdamaian Dunia Surati Raja Salman dan Jokowi Hentikan PSBB
ASKARA - Jagat dunia maya dihebohkan dengan kemunculan pria bernama Djuyoto Suntani yang mengklaim dirinya sebagai tokoh paling berpengaruh dan dihormati oleh masyarakat internasional.
Djuyoto lahir di Jepara, Jawa Tengah mengklaim diri sebagai presiden Komite Perdamaian Dunia (The World Peace Committee), organisasi yang didirikannya pada 1997.
Dalam wawancara dengan sebuah radio swasta di jejaring Facebook, pria bertubuh gempal itu mengatakan lockdown atau penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam penanganan wabah Covid-19 sangat mengganggu dan merusak tatanan kehidupan dunia.
Apalagi di Indonesia dikenal dengan masyarakatnya yang suka gotong royong. Djuyoto menuturkan bahwa sikap tersebut adalah ciri khas masyarakat yang luar biasa.
"Tiba-tiba dengan adanya PSBB ini hubungan sosial, hubungan antar warga direnggangkan. Ini sangat merusak jiwa-jiwa umat manusia," kata Djuyoto.
Bahkan, dia telah mengirimkan surat ke sejumlah negara untuk mendorong penghentian lockdown. Salah satunya yang diperingatkannya Raja Arab Saudi Salman Bin Abdul Azis.
"Kemudian yang pertama saya minta longgarkan lockdown itu di negara Swedia. Begitu saya sarankan langsung diambil kebijakannya. Kemudian Brasil, Ekuador, Israel, dan paling hangat di Arab Saudi," jelas Djuyoto.
Sebagai pemimpin perdamaian dunia yang lahir di Jepara, Djuyoto juga meminta semua kepala daerah di seluruh Indonesia agar mengakhiri PSBB.
"Saya akan mem-back up Pak Jokowi, Pak Mahfud, Pak Terawan Menteri Kesehatan, setop PSBB. Kalau ada yang menggangu kalian, saya akan jamin," janjinya.
"Walau saya pemimpin perdamaian dunia saya punya empati kepada masyarakat Indonesia dan punya tanggung jawab kepada negara Indonesia," tambah Djuyoto.

Komentar