Akibat Banjir Bandang Aceh Tengah, 57 Rumah Rusak dan 5 Warga Terluka
ASKARA - Banjir bandang yang melanda Desa Paya Tumpi, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah telah menyebabkan sejumlah warga luka-luka dan harus mengungsi ke tempat aman.
"Data terdampak sementara antara lain korban luka 4 orang dari Desa Paya Tumbi Baru dan 1 lainnya dari Desa Paya Tumbi Induk," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dalam keterangannya, Kamis (14/5).
Warga yang mengungsi di SDN 3 Kebanyakan berjumlah 10 KK (33 jiwa), sedangkan sekitar 15 KK (56 jiwa) mengungsi ke rumah saudara.
"Rumah rusak berat berjumlah 31 unit dan rusak sedang 26 unit," ungkapnya.
Wilayah terdampak di kabupaten ini berada di beberapa Kecamatan. Di wilayah Kecamatan Kebayakan, desa terdampak banjir bandang yakni Desa Paya Tumbi Induk, Paya Tumpi Baru, Pinangan dan Gunung Balohen.
Kecamatan Bebesan, desa yang terdampak di Desa Daling. Jalan kampun Desa Daling tertimbun material lumpur. Namun, jalan tersebut masih bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat.
"Sementara itu, Penanganan darurat pascabanjir juga dilakukan di wilayah Bener Meriah," tutur Raditya.
Hingga saat ini Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Bener Meriah, unsur pemerintah terkait lain dan TNI/Polri dibantu masyarakat setempat membersihkan lumpur yang memasuki rumah warga.
"Mereka membersihkan material kayu yang menumpuk di jalan. Untuk Kecamatan Permata Desa Weh Tenang Toa sampai saat ini belum bisa dilalui roda dua maupun roda empat," ucap Raditya.
Kejadian banjir bandang yang dipicu salah satunya karena hujan intensitas tinggi terjadi pada Rabu (13/5) pukul 15.00 WIB.

Komentar