Pelajar Relawan Antar Harapan, Hakka Aceh Tembus Isolasi Banjir Bandang
ASKARA - Yayasan Hakka Aceh bersama Fobi Aceh dan PerMaTA bekerja sama dengan Aceh Relief Foundation menyalurkan bantuan logistik ke Desa Matang Ketapang, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, Selasa (6/1). Desa tersebut merupakan salah satu wilayah terparah dan sempat terisolasi akibat bencana banjir bandang.
Ketua Yayasan Hakka Aceh, AKY, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kepedulian kemanusiaan terhadap warga terdampak bencana, khususnya di daerah yang sulit dijangkau akibat kerusakan infrastruktur.
“Meski akses menuju lokasi sangat berat dan berisiko, kami tetap berupaya hadir agar bantuan bisa sampai langsung kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar AKY.
Perjalanan tim relawan menuju lokasi terdampak harus melewati medan ekstrem. Dari pusat Kota Kutacane menuju desa-desa terisolasi, relawan menghadapi jalan rusak parah, genangan air, jalur licin, serta tebing yang masih rawan longsor. Akses hanya bisa dilalui kendaraan kecil dan sepeda motor dengan waktu tempuh yang cukup lama.
Salah satu relawan, Ahmad Zaky, siswa kelas XII SMKN 2 Kutacane, mengaku bergabung sebagai relawan karena dorongan kemanusiaan dan pengalaman pribadinya sebagai korban banjir bandang.
“Saya tahu rasanya kehilangan segalanya. Desa saya, Lawe Penanggalan, habis disapu banjir bandang dan kayu-kayu besar dalam sekejap. Itu yang mendorong saya ikut membantu,” ungkap Zaky.
Kedatangan rombongan relawan disambut antusias oleh masyarakat setempat. Warga sempat mengira bantuan tersebut berasal dari luar negeri sebelum dijelaskan bahwa bantuan disalurkan oleh Yayasan Hakka Aceh, sebuah organisasi kemanusiaan masyarakat Tionghoa Aceh.
“Warga menyampaikan terima kasih dan meminta agar ucapan terima kasih tersebut diteruskan kepada pimpinan Yayasan Hakka Aceh dan masyarakat Tionghoa Aceh,” kata Zaky.
Zaky mengaku bangga menjadi bagian dari relawan Yayasan Hakka Aceh. Menurutnya, pengalaman tersebut menepis stigma bahwa masyarakat Tionghoa tidak mau berbaur dengan masyarakat luas.
“Faktanya, justru bantuan dari masyarakat Tionghoa Aceh datang lebih dulu ke daerah yang sulit dijangkau. Saya sebagai korban sekaligus relawan merasa sangat terharu,” ujarnya.
Ia juga mewakili warga terdampak banjir bandang di Lawe Penanggalan, Kecamatan Ketambe, Aceh Tenggara, menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan bantuan yang telah diberikan.
“Bantuan ini sangat berarti bagi kami di pengungsian. Terima kasih atas kepedulian Yayasan Hakka Aceh yang telah hadir di saat kami sangat membutuhkan,” pungkasnya.

Komentar