Selasa, 21 Juli 2026 | 18:35
COMMUNITY

Yayasan Hakka Aceh Pantau Finalisasi Pembersihan Lumpur di Dua Vihara Kuala Simpang

Yayasan Hakka Aceh Pantau Finalisasi Pembersihan Lumpur di Dua Vihara Kuala Simpang
Ketua Yayasan Hakka Aceh di depan vihara Kuala Simpang (Dok Askara)

ASKARA - Yayasan Hakka Aceh terus menunjukkan kepedulian terhadap pemulihan pascabanjir bandang di wilayah Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang. Ketua Yayasan Hakka Aceh, Aky, melakukan pemantauan langsung terhadap proses finalisasi pembersihan dan pengerukan lumpur di dua rumah ibadah, yakni Vihara Tua Pek Kong dan Vihara Co Suk Kong, Jumat (23/1/2026).

Pemantauan ini dilakukan untuk memastikan proses pembersihan berjalan tuntas dan rumah ibadah dapat kembali digunakan secara layak oleh umat. Lumpur sisa banjir bandang sebelumnya sempat mengendap cukup tebal di area vihara, sehingga membutuhkan penanganan alat berat.

Dalam kesempatan tersebut, Yayasan Hakka Aceh juga secara resmi melakukan penarikan kembali dua unit excavator/beko beserta tim operasional, setelah seluruh pekerjaan pembersihan dinyatakan rampung. Selanjutnya, alat berat tersebut akan dikaryakan untuk mendukung kegiatan kemanusiaan di Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen.

Ketua Yayasan Hakka Aceh, Aky, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata solidaritas dan kepedulian lintas komunitas dalam membantu pemulihan pascabencana.

“Rumah ibadah adalah pusat spiritual dan kebersamaan umat. Kami berharap setelah pembersihan ini, aktivitas ibadah dan sosial dapat kembali berjalan normal,” ujar Aky.

Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah terlibat, termasuk relawan dan operator alat berat, yang bekerja tanpa kenal lelah di tengah kondisi lapangan yang cukup berat.

Langkah Yayasan Hakka Aceh ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan dalam mendukung upaya kemanusiaan dan pemulihan sosial di berbagai wilayah terdampak bencana di Aceh.

 

 

Komentar