WNI dari Berbagai Negara Hingga Awak Kapal Sudah Dipulangkan
ASKARA - Puluhan ribu Warga Negara Indonesia (WNI) berhasil dipulangkan dari Malaysia, Arab Saudi, India hingga kapal pesiar selama Covid-19 mewabah.
Menteri Luar Negeri Retno LP. Marsudi mengatakan, sebanyak 72.966 WNI dari Malaysia telah kembali ke Tanah Air hingga tanggal 10 Mei.
Kepulangan mereka melalui jalur laut sebanyak 65 persen atau 47.674 orang, jalur darat 20 persen atau 14.681 orang, dan udara 15 persen atau 10.611 orang.
Kepulangan mereka juga berkenaan dengan perpanjangan kebijakan movement control order (MCO) yang semula berakhir 12 Mei namun diperpanjang sampai 9 Juni oleh pemerintah Malaysia.
Dari pekerja migran Indonesia sebagai anak buah kapal (ABK) yang telah kembali hingga kemarin adalah sebanyak 14.244 orang.
"Mereka kembali melalui jalur udara yaitu melalui Bandara Soekarno-Hatta dan Ngurah Rai serta melalui jalur laut yaitu melalui Pelabuhan Benoa dan Tanjung Priok," ujar Menteri Retno di Graha BNPB, Jakarta, Senin (11/5).
Dari Arab Saudi telah dilakukan pemulangan sebanyak tiga kali dengan jumlah total 992 WNI. Dengan rincian dari Kuwait telah mendarat 164 WNI, dari Aljazair para pekerja dari Wika dan lain-lain dengan total 391 orang.
Sementara dari Kairo telah tiba pada 25 April sebanyak 75 WNI dan masih akan terdapat penambahan untuk Kairo dan Oman sebanyak 333 WNI.
"Hari ini akan tiba WNI kita dari Bangladesh sejumlah 196 WNI. Selain itu pada hari ini juga akan tiba 567 awak kapal WNI yang bekerja di tiga kapal pesiar melalui pintu masuk Pelabuhan Tanjung Priok dan Bandara Soekarno-Hatta," jelas Menteri Retno.
Untuk pemulangan jemaah tabligh WNI dari India hingga saat ini masih terus diupayakan. Dalam upayanya, pemerintah bekerja sama dengan negara-negara lain yang juga memiliki jemaah tabligh.
"Misalnya Malaysia, Bangladesh dan beberapa negara lainnya untuk menangani kepulangan jemaah tabligh ini," demikian Menteri Retno.

Komentar